SMKN 3 Bandung Antisipasi Virus Corona
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran soal pencegahan virus corona di satuan pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan surat edaran soal pencegahan virus corona di satuan pendidikan. Dia meminta sekolah memastikan semua orang cuci tangan pakai sabun (CTPS) hingga hindari kontak fisik langsung.
Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada satuan pendidikan itu diteken pada Senin (9/3/2020). Surat itu ditunjukkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pemimpin Perguruan Tinggi, serta kepala sekolah di seluruh Indonesia.
Saat ini, Indonesia mengumumkan 13 kasus positif virus corona baru pada Senin petang (9/3/2020) sehingga total saat ini semuanya ada 19 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Terkait hal itu, Kepala SMKN 3 Bandung Euis Purnama menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi akan terjangkitnya Covid-19 atau virus corona. Saat upacara bendera, Euis menyampaikan kepada siswa-siswi tentang arahan sosialisasi virus corona.
Dia meminta memperbanyak fasilitas mencuci tangan beserta sabun pembersih di sekolah dan mengintensifkan kerja bakti di lingkungan sekolah ditambah penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan virus corona (Covid-19).
"Kami memiliki lebih dari 40 wastafel di sekolah. Ke depannya kami sudah berembuk dengan ekskul Pepeling (Pecinta Lingkungan), nanti ada duta lingkungan di setiap kelas, merekalah yang memberikannya. Jadi pihak sekolah ada pengadaan dulu, misalnya dengan sabun dan jerigennya," tutur Euis, pada Selasa (10/3/2020).
Selain itu kata Euis, pihaknya selalu menyiapkan kepada anak-anak jangan dulu jalan-jalan ke tempat banyak orang, dan yang paling penting mereka harus menjaga nutrisi dan gizinya juga harus terpenuhi, terus juga dari sisi kebersihan, olahraga, itu penting bagi pencegahan. "Kalau bicara kaitan dengan penyakit dan lain sebagainya, Allah Yang Maha Mengetahui," ucap Euis.
Euis juga meminta kepada seluruh siswa-siswi SMKN 3 Bandung, cara menutup bersin dan harus ditutup. Sebagian orang yang masuk dalam kegiatan ekskul Palang Merah Remaja (PMR), harus memberikan edukasi terkait virus corona.
"Semua sudah disosialisasikan untuk siswa. Kalau berbicara tentang masker, itu sudah disosialisasikan. Tapi kan sekarang mahal masker itu, yang biasanya 2 ribu, sekarang jadi 11 ribu. Kita juga bekerja sama dengan Puskesmas Cijagra, karena yang sudah MoU Puskesmas Cijagra. Kita penyuluhan. Kalau dari sisi tes kesehatan kita setiap tahun kita mengadakan," pungkas Euis. (okky adiana)
Editor : suroprapanca

