KBB Belum Lakukan PTM, Komisi IV: Disdik Belum Bisa Berikan Data yang Memuaskan
DPRD KBB,Bagja Setiawan meminta Disdik memastikan keamanan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan memastikan kesiapan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bandung Barat, Bagja Setiawan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) KBB untuk memastikan keamanan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnya.
Pasalnya, hingga saat ini Disdik Kabupaten Bandung Barat belum bisa memberikan data yang memuaskan terkait dengan kesiapan sekolah untuk pelaksanaan PTM.
"PTM itu jadi keniscayaan, cepat atau lambat harus dilaksanakan. Namun, ketika itu bergulir ada banyak hal yang harus kita pastikan sudah aman, seperti vaksinasi untuk siswa dan tenaga pengajar," katanya kepada INILAH, Selasa, 7 September 2021.
Ia mengaku, pihaknya sedang melakukan monitoring terkait sejaumana progress yang telah dicapai hingga hari ini, termasuk media pembelajaran dan berbagai hal yang harus disiapkan.
Baca Juga: Diringkus Polisi Gegara Narkoba Tiga Bulan yang Lalu, Kejari Jakbar: Anji Segera Jalani Persidangan
"Jadi kita mendorong PTM sesegera mungkin dengan catatan harus ada percepatan untuk melengkapi hal-hal yang kemudian dibutuhkan ketika PTM ini digulirkan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan melakukan supervisi ke Dinas Pendidikan Bandung Barat agar sesegera mungkin PTM ini bisa bergulir dengan aman.
"Sampai hari ini Dinas Pendidikan belum bisa memberikan data yang memuaskan terkait dengan kesiapan sekolah untuk PTM. Jadi kami berharap PTM ini bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.
Nanti kan ada sistem hybrid atau bisa juga dilakukan parsial, artinya tidak semua sekolah melaksanakan PTM," ucapnya.
Baca Juga: Kondisi Kabupaten Sukabumi Menurun, Tercatat Sudah 574 Warga Meninggal akibat Covid-19
Ia menyebut, ini bisa dilihat dari sejauh mana sekolah itu siap untuk melaksanakan PTM. Artinya, lanjut dia, dari bergulir ini bukan berarti seluruh sekolah bisa melakukan PTM, namub bisa saja sifatnya parsial dan dilakukan secara hybrid.
"Tidak seluruh siswa hadir dalam waktu yang sama, tapi ada perguliran dengan sarana dan prasarana yang lengkap, termasuk tenaga pendidik dan siswanya juga harus tervaksin. Sehingga harapan ke depan ini tidak menjadi kluster baru jika PTM ini digulirkan," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Asepe Dendih mengatakan, untuk waktu pasti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bandung Barat masih belum. Namun, sudah ada informasi yang disampaikan bahwa PTM akan dilaksanakan di pertengahan bulan September pada minggu ketiga.
Baca Juga: Sepekan Liga 1 Indonesia Bergulir, LIB: Tidak Ada Kasus Covid-19
"Saat ini yang sedang dilakukan itu adalah penyiapan segala instrumen baik dijenjang Paud, SD dan SMP," katanya saat dihubungi INILAH, Selasa (7/9/2021).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan pemenuhan standar penerapan PTM yang sesuai dengan SKB Empat Menteri.
"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 KBB," jelasnya.
Terkait dengan syarat vaksinasi sebagai sayarat pelaksanaan PTM, ia mengaku, pihaknya juga tengah menyiapkan data tenaga pendidik yang sudah divaksin, daftar periksanya dan izin dari orang tua siswa.
"Untuk jumlah guru dan tenaga pendidik yang ada di KBB hanya tersisa 300 orang yang belum divaksin," ujarnya. (Agus Setia Negara)
Editor : inilahkoran


