Warga KBB Siap-siap! Bakal Ada Ojol Antar Beras untuk yang Terdampak Covid-19
Pemkab KBB akan membagikan 2 ton beras dan 500 nasi kepada warga terdampak Covid-19 melalui program Indahnya Berbagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui program Indahnya Berbagai kembali menyalurkan beras sebanyak 2 ton dan 500 nasi kepada warga terdampak COVID-19 di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Rencananya, penyaluran bantuan tersebut akan diantarkan oleh pengemudi online yang dilaksanakan pagi ini hingga sore sekira pukul 15.00 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan, ada 2 ton beras yang diberikan Mizan Amanah dan 500 box nasi dari Komunitas Paman (Papa Mama Nyentrik).
Baca Juga: Walikota Bandung Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Arcamanik, Semringah Dengar Laporan Camat
"Ini kolaborasi, kalau dengan Mizan Amanah kita sudah melakukan kegiatan ini dari 3 tahun silam. Jadi pembagian beras itu diberikan kepada masyarakat secara langsung," katanya kepada INILAH, Jumat 10 September 2021.
Ia menjelaskan, beras bantuan tersebut tidak ditampung di Pemerintah Daerah, namun disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Alhamdulillah hari ini tahun ketiga, tentu kami mengapresiasi atas kebaikan orang-orang baik yang terus membantu masyarakat Bandung Barat yang membutuhkan," jelasnya.
Tak hanya dari Mizan dan Paman, ia menyebut, sebelumnya juga sempat ada bantuan dar ACT dan sudah langsung didistribusikan.
"Kemarin kita salurkan melalui serikat pekerja yang terkena PHK. Tahap pertama 200 paket, kemudian yang kedua kita salurkan sebanyak 280 paket dan penyaluran dilakukan sesuai data yang ada di KTP-nya masing-masing," sebutnya.
Hengky meminta, kepada pihak swasta yang berwirausaha dan berbisnis di sini, diharapkan bisa peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
"Bantuan yang diberikan bukan hanya sembako tapi mungkin fasilitas yang lain, kita dorong untuk perbaikan jalan misalnya," pintanya.
Bahkan, lanjut dia, saat ini pihaknya tengah berupaya untuk melakukan komunikasi kepada salah satu PT di Cipatat yang melakukan pelanggaran.
"Komunikasi akan kita lakukan secara persuasif dan sebagai sanksinya kita minta CSR berupa perbaikan jalan. Jadi kita kolaborasi, kalau mengandalkan APBD kita, kayanya kurang untuk membantu masyarakat," tukasnya.
Sementara itu, Manajer Mizan Amanah, Asep Somantri mengungkapkan, sasaran penyaluran bantuan ini memang untuk warga KBB yang terdampak COVID-19.
"Selain dari para mustahiq, fakir miskin juga insyaallah mendapat bantuan ini," ungkapnya.
Ia mengaku, untuk penyaluran bantuan di Bandung Barat sebetulnya sudah menjadi bagian dari programnya, seperti di daerah Cipatat, Lembang, termasuk di wilayah selatan.
"Sebetulnya sudah tiga tahun, kita kerjasama dengan Pemerintah Bandung Barat. Beberapa daerah itu sudah terjangkau, termasuk yang di Cililin sudah sering," terangnya.
Selain program sosial, sambung dia, program pendidikan pun menjadi salah satu bentuk kontribusi yang diberikan.
"Wilayah yang paling membutuhkan memang wilayah selatan dan terlihat lebih urgen," ucapnya.
Ia menambahkan, untuk teknis penyaluran kali ini dilakukan oleh driver ojeg online (Ojol). Pasalnya, ini salah satu program yang belum terlaksana.
Sementara untuk teknisnya, pihaknya meminta fotokopi identitas pengemudi online, kemudian driver terpilih langsung disosialisasikan melalui grup-grup WhatsApp Ojol.
"Untuk jumlah personelnya yang dikerahkan disesuaikan dengan jumlah beras yang disalurkan hari ini," tambahnya. (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


