KBB Sasaran Empuk Sindikat Narkoba, Peredaraan Selama Pandemi Memang Meningkat Tajam
Peredaran narkoba di Kabupaten Bandung Barat meningkat selama pandemi covid-19. KBB jadi sasaran empuk sindikat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah - Di tengah pandemi COVID-19, kasus peredaran narkoba di Kabupaten Bandung Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. KBB bahkan jadi sasaan empuk sindikat narkoba.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat berhasil menggagalkan distribusi narkoba jenis ganja seberat 67 kilogram dari wilayah Medan, Sumatera Utara yang dikemas dalam beberapa paket besar dan diangkut menggunakan satu unit truk fuso yang melintas di ruas Jalan Tol Purbaleunyi, KM 115, Rabu (8/9).
"Tak hanya di Tol Purbaleunyi, bukti lain maraknya peredaran narkoba di KBB adanya pabrik pil di Lembang. Artinya, di KBB berpotensi menjadi sasaran para sindikat narkotika," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) AKBP M. Yulian kepada wartawan, Selasa 14 September 2021.
Baca Juga: Cari Keadilan dan Kepastian Hukum, Pengembang Bandung City View 2 Ajukan Banding
Ia mengaku, pihaknya sangat bangga lantaran mendapat dukungan dari Pemerintah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat.
"Kita ini baru beberapa tahun, tapi kita sudah punya perda tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sementara, di daerah lain yang sudah lama juga belum tentu punya perda," ujarnya.
Guna mengantisipasi peredaran narkoba di KBB, lanjut dia, pihaknya akan membentuk relawan dan penggiat anti narkoba di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga: Daop 2 Bandung: Seluruh Calon Penumpang KA Wajib Disuntik Vaksin sebagai Syarat Perjalanan
"Anggarannya baru cukup untuk 7 desa Bersih Narkoba (Bersinar), dalam hal ini kita berupaya memberdayakan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengungkapkan, Pemkab Bandung Barat akan mendorong BNN KBB memiliki sarana dan prasarana penunjang yang memadai.
"Memang BNN KBB membutuhkan penunjang sarpras saat ini terutama untuk tempat rehabilitasi kemudian tempat penyimpanan barang bukti," ungkapnya.
Ia menilai, keberadaan BNN KBB dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba cukup penting dalam menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk barang tersebut.
Baca Juga: Sertifikat Vaksinasi Palsu Dijual Online Rp100-500 Ribu, Begini Cara Pelaku Memanipulasi Data
"Jangan sampai generasi kita terjerumus kepada narkoba, sehingga bisa mempengaruhi terhadap karakter bangsa kita. Bahkan suatu daerah atau negara bisa gagal generasi atau masyarakatnya banyak yang menggunakan narkoba," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPRD KBB, Bagja Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menginisiasi adanya Peraturan Daerah tentang P4GN.
"Kita sudah lebih dulu memfasilitasi dengan payung hukum. Artinya apapun nanti yang akan difasilitasi oleh pemda sudah memiliki payung hukum itukan yang paling penting," katanya.
Baca Juga: Soal Janji Politik Program PIPPK, Begini Jawaban Oded M Danial
Ia menegaskan, terkait dorongan Pemkab Bandung Barat terhadap ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai pihaknya mendukung secara penuh terutama tentang pemberantasan narkoba.
"Kita sudah siapkan dua perangkat itu, payung hukum kita sudah siapkan, kalo anggaran tergantung nanti pa Plt Bupati mau seperti apa," tegasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


