SMA Edu Global Gelar PTM Terbatas Hanya Kelas XII Saja

SMA Edu Global mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Namun sejauh ini PTM baru kelas dua belas saja (XII)

SMA Edu Global Gelar PTM Terbatas Hanya Kelas XII Saja
Pendidikan Tatap Muka (PTM) di SMA Edu Global

INILAHKORAN, Bandung - SMA Edu Global menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Siswa yang mengikuti PTM terbatas adalah siswa kelas XII (dua belas) saja, dan itupun siswa yang sudah diizinkan oleh orangtua.

Wakil Kepala SMA Edu Global Bidang Humas Puri Arta Widhiasi mengatakan, PTM terbatas sudah dilakukan pada 13 September 2021 kemarin. Seluruh siswa dan guru wajib menjaga protokol kesehatannya, misalnya menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker dan lainnya.

"Untuk jamnya, kita juga ada penyesuaian, yang semula belajar itu dari pagi sampai siang, khusus untuk PTM terbatas, kita belajarnya hanya dua jam saja," ujar Puri Arta Widhiasi saat ditemui di sekolahnya Jalan Juanda (Dago), Selasa 14 September 2021.

Baca Juga: Terus Meningkat, Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bandung Capai 74 Persen

"Jadi anak-anak belajar dari jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi, kurang lebih rata-rata di dua mata pelajaran," imbuhnya

Dia menjelaskan, mayoritas 90 persen orangtua siswa di SMA Edu Global mengizinkan tatap muka terbatas dengan catatan harus menjaga protokol kesehatannya. Seluruh siswa SMA Edu Global sudah divaksin diatas 70 persen.

"Mayoritas 90 persen mereka sudah mengizinkan orangtua untuk tatap muka, karena jumlah perkelasnya sedikit hanya 6 sampai 8 siswa perkelasnya. Alhamdulillah anak-anak waktu ketemuannya hanya dua jam," ujar Puri Arta Widhiasi.

Sementara untuk anak-anak yang belum diizinkan PTM terbatas oleh orangtua siswa hanya 10 persen saja.

Baca Juga: KBB Sasaran Empuk Sindikat Narkoba, Peredaraan Selama Pandemi Memang Meningkat Tajam

Pihak sekolah juga memfasilitasi untuk anak-anak yang tidak mengikuti PTM terbatas, misalnya anak-anak mengikuti blanded learning atau mereka melakukan pembelajaran sacara mandiri, istilahnya luar jaringan (luring).

"Karena kita tidak bisa memaksakan. Jadi nanti kita akan start lagi untuk kelas XI (sebelas) itu di awal pekan Oktober 2021, itu jadwalnya kelas XI untuk ke sekolah selama satu pekan," ungkapnya

"Setelah itu, mereka istirahat lagi dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lagi. Abis itu di pekan kedua Oktober, masuk kelas X (sepuluh) untuk mencicipi pembelajaran tatap muka di sekolah," tambah Puri Arta Widhiasi.

Selain itu, PJJ yang dilakukan oleh siswa hampir sudah dua tahun. Untuk memulai PTM terbatas ini, seluruh guru SMA Edu Global harus memutar otak agar siswanya segar kembali.

Baca Juga: Daop 2 Bandung: Seluruh Calon Penumpang KA Wajib Disuntik Vaksin sebagai Syarat Perjalanan

Semua pendidik harus berbaur dengan siswanya dan mengikuti perkembangan zaman siswa. Salah satunya adalah, bagaimana memberikan materi kepada siswa melalui metode yang menyenangkan untuk siswa.

"Kita paham mereka itu pusing di rumah aja, nggak bisa ketemu sama teman-temannya. Jadi kita memilih nih, materi utama ini, tapi bagaimana memberikan materi tersebut dengan metode pembelajaran yang menyenangkan. Jadi kita ikutin nih gayanya anak-anak," paparnya.

Sebagai pendidik, Puri Arta Widhiasi berharap, untuk PTM terbatas ini, bagaimana semua elemen bisa menjaga dari pihak sekolah, dalam hal ini guru warga sekolah. Selain itu, siswa dan orangtua bisa bekerjasama untuk sama-sama menciptakan sekolah yang saling menjaga satu sama lain.

Baca Juga: Bolehkah Istri Disuruh Goyang Dumang? Jawaban Ustaz Khalid Ini Bikin Senang Para Suami

"Harapannya, dengan saling jaga satu sama lain, terkait penyebaran pandemi, semakin bisa terkendali oleh pemerintah, sehingga PTM terbatas ini nggak cuma hanya satu pekan saja, atau dua pekan, tapi semoga ini bisa langgeng dan seterusnya kita bisa menyambut era baru untuk anak-anak bisa kembali ke sekolah dengan sistem ataupun protokol yang baru. Saya bilang ke anak-anak, bukan hanya kalian yang takut, sebenarnya gurunya juga takut untuk ketemu banyak orang atau siswa," paparnya.*** (okky adiana)


Editor : inilahkoran