Sekitar 2.000 Mahasiswa Baru USB YPKP Ikuti PMB Secara Daring, Apa Kata Rektor?

Sekitar 2.000 mahasiswa baru Universitas Sangga Buana USB YPKP Bandung melaksanakan prosesi penerimaan mahasiswa baru PMB.

Sekitar 2.000 Mahasiswa Baru USB YPKP Ikuti PMB Secara Daring, Apa Kata Rektor?

INILAHKORAN, Bandung - Sekitar 2.000 mahasiswa baru Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melaksanakan prosesi penerimaan mahasiswa baru (PMB) dan pembukaan program pengenalan kampus dan pembinaan akhlak tahun akademik 2021/2022.

Rektor USB YPKP Bandung Asep Effendi mengatakan, PMB tahun ini memang dilaksanakan secara daring melalui zoom. Kendati begitu, ada beberapa perwakilan mahasiswa baru yang hadir dalam kegiatan ini.

Secara umum, mahasiswa baru ini memilih program manajemen. Jadi, pilihan masyarakat memang sekarang sudah mulai melihat, bahwa kualitas itu menjadi hal yang utama.

"Mengapa S1 manajemen menjadi pilihan utama dan mencapai diangka 900, karena prodi itu akreditasinya A, ujar Asep Effendi, saat ditemui di Kampus USB YPKP Bandung, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca Juga: USB YPKP Bandung Jalin Kerja Sama dengan SMK, Perbankan dan UMKM

Kedua, kata Asep Effendi, pihaknya juga kedatangan calon-calon mahasiswa dari pengusaha dan pelaku-pelaku bisnis yang memang menjadi visi USB YPKP Bandung untuk menjadi kampus entrepreneur.

Sementara yang ketiga, pendekatan secara formal USB YPKP terus memperbaiki akreditasi institusi dan memperbaiki kualitas pembelajaran dan bahkan pihaknya sudah menyiapkan beberapa infrastuktur untuk pembelajaran daring yang memang tahun ini tetpaksa masih terlaksana.

"Karena permintaan masyarakat dan mahasiswa, mayoritas masih berharap daring ini dilaksanakan," ucap Asep Effendi.

Baca Juga: Foto: Program Kelas Internasional USB YPKP dan Edu ClaaS Singapura

Selain itu, terkait mahasiswa baru dikalangan pengusaha, pihaknya juga akan memberikan apresiasi atas prestasi para pengusaha, atlet, seniman dan lainnya, berupa beasiswa yang memang sudah berkiprah di negara Indonesia.

"Sekaligus menjadi bagian dari proses kami ingin mendapatkan ilmu yang baru bagi mahasiswa USB YPKP Bandung," ucapnya.

Asep Effendi menambahkan, mahasiswa baru dikalangan entrepreneur secara total belum diketahui. Kendati begitu, beberapa orang yang dianggap akan menjadi magnet tersendiri atau menjadi inspirator yang lain, hal ini menjadi penting untuk pihak USB YPKP Bandung.

Baca Juga: USB YPKP Bandung Jalin Kerja Sama dengan SMK, Perbankan dan UMKM

"Karena kami sudah membangun inkubator bisinis Sangga Buana yang berbasis pada IT, disitu ada mentor-mentor dari praktisi-praktisi yang ada di dunia bisnis, termasuk juga kemarin sudah bekerjasama dengan Shopee untuk pengembangan enterpreneur. Kita juga sudah menjajaki kopi kenangan, kita juga sudah bergabung dikalangan motivator, baik itu ptaktisi di dunia perbankan, maupun di pemerintahan," paparnya.

Dia juga mengungkapkan, kuota mahasiswa baru yang kurang mampu di USB YPKP Bandung ada diangka 10 persen dari jumlah penerimaan.

"Jadi kalau kita menerima 2.000 mahasiswa baru, maka kita ada 200 mahasiswa yang kita berikan dalam bentuk apresiasi beasiswa Sangga Buana. Terdiri dari atlet, artis, entepreneur, termasuk dari legiun veteran Indonesia," ucapnya.

Baca Juga: UKM Creasa USB Lebih Mengedepankan Asas Kekeluargaan kepada Anggotanya

Berbeda dengan tahun sebelumnya, USB YPKP Bandung menerima mahasiswa baru diangka 1.350. Sementara untuk tahun ini, diangka kurang lebih 2.000 mahasiswa baru. Pihaknya juga akan terus memberikan kualitas yang baik untuk seluruh mahasiswa baru maupun lama. Karena pendidikan yang dilakukan itu memang betul-betul sudah on the track pada kualitas, dan mereka juga melihat akreditasi yang cukup siginifikan di tahun ini baik sekali.

"Bagi kami ini sudah signifikan peningkatan tahun ini dan ini menunjukan bahwa sangga buana dipilih karena percaya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP) Ricky Agustyadi menambahkan terkait perkembangan yayasan pihaknya akan membiayai sekolah di USB itu hanya 60 persen. Sisanya, 40 persen yayasan yang akan menanggungnya.

Baca Juga: Rektor USB YPKP Bicara Soal Hoaks dan Buzzer, Apa Kira-kira?

Mudah-mudahan ini sudah merancang investasi, karena program yang sudah disampaikan oleh Rektor itu harus mempersiapkan fasilitas-fasilitas.

"Entrepreneur itu tidak mudah, ke depan juga kita sudah platform digital. Jadi sistem informasi, dari perguruan tinggi swasta ini sudah platform digital, jadi kuliah ini sistemnya sudah hybrid ini juga membutuhkan dana yang sangat besar," pungkasnya.***(okky adiana)


Editor : inilahkoran