Siap Laksanakan PTM Terbatas, 98 Persen Siswa-siswi SMAN 15 Bandung Sudah Divaksin
Kodam III Siliwangi bekerja sama dengan SMAN 15 Bandung memberikan vaksin Covid-19 sebanyak 10 ribu dosis untuk dosis pertama dan kedua.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kodam III Siliwangi bekerja sama dengan SMAN 15 Bandung memberikan vaksin Covid-19 sebanyak 10 ribu dosis untuk dosis pertama dan kedua.
Dosis pertama dilaksanakan sebanyak lima ribu dosis pada awal September 2021 dan dosis kedua sebanyak lima ribu yang dilaksanakan pada Minggu lalu.
"Selain siswa-siswi SMAN 15 Bandung, ada juga sekolah umum yang mengikuti vaksinasi. Ada juga SMAN 6 Bandung, SMAN 4 Bandung, SMA Kartika, SMPN 26 Bandung, SMK Peternakan Lembang Kabupaten Bandung Barat dan lainnya," kata Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas Didi Nuradi saat ditemui di SMAN 15 Bandung, Selasa 12 Oktober 2021.
Baca Juga: PTM Terbatas di Sekolah Pasundan, Siswa: Sangat Senang Bisa Belajar dengan Teman-teman
Selain vaksinasi, Didi Nuradi menambahkan pihaknya juga melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada awal September 2021. Biasanya, dalam satu kelas berjumlah 36 siswa namun pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 ini kapasitas hanya 18 siswa.
"Memang vaksinasi kita belum bisa 100 persen, karena ada siswa yang enggak bisa divaksin karena punya riwayat penyakit bawaan. Ada juga beberapa siswa yang tidak mendapatkan izin dari orang tuanya untuk melakukan vaksin Covid-19," katanya.
Pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Siswa yang akan melaksanakan PTM terbatas dengan sejumlah persyaratan. Sesi pertama masuk pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, sesi kedua dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.
Baca Juga: Terkait PTM Terbatas, Harus Ada Evaluasi Dulu
Namun sebelum meninggalkan kelas, siswa berdiam dahulu di kelas selama 15 menit, sambil memasukkan siswa untuk sesi keduanya.
"Jadi ini kami lakukan untuk menghindari kerumunan antara sesi satu dan dua," terangnya.
Dia menambahkan, terkait penyampaian materi yang diberikan oleh guru kepada siswanya adalah, secara tidak langsung tidak maksimal.
"Cuma kami ini sepakat, ini kan masa transisi, katakanlah adaptasi setelah dua tahun tidak melaksanakan PTM terbatas, bagaimana si anak itu supaya mau dan antusias untuk mengikuti PTM terbatas. Siswa sebenarnya senang PTM terbatas itu dilakukan, kan ketemu dengan guru, teman-temannya dan lainnya," paparnya.***(okky adiana)
Editor : inilahkoran


