Indonesia Power Dukung Upaya Konservasi Temuan Fosil Gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling

PT Indonesia Power UP Saguling mendukung penuh upaya konvservasi temuan fosil gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling.

Indonesia Power Dukung Upaya Konservasi Temuan Fosil Gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling
Penemuan fosil gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling.

INILAHKORAN, Ngamprah - Penemuan fosil gajah di Sirtwo Island Waduk Saguling, di Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapat dukungan upaya konservasi secara penuh dari PT Indonesia Power UP Saguling.

Seperti diketahui, kawasan pulau Sirtwo Island merupakan lahan milik PLTA Saguling yang dikelola langsung oleh PT Indonesia Power.

Supervisor Senior (SPS) Humas & Keamanan Budi Wahyudi mengatakan, kendati dalam prakteknya PT Indonesia Power bergerak di bidang kelistrikan, pihaknya menyebut siap mendukung upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut terkait penemuan fosil tersebut.

"Kita pasti mendukung, meski bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik, kita juga mendukung segala kegiatan dari pemerintah warga sekitar dan pengembangan ilmu pengetahuan," katanya, Rabu 12 Oktober 2021.

Baca Juga: Heboh! Warga Cipongkor KBB Temukan Tulang Belulang yang Diduga Fosil Hewan Purba

Ia menyebut, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal melakukan pertemuan dengan bagian sejarah dan cagar budaya dari Disparbud Bandung Barat.

Menurutnya, hal itu dilakukan guna memetakan langkah ke depan berkaitan dengan upaya konservasi, pengembangan wisata, serta penelitian lebih lanjut.

"Untuk sementara ini kami belum bisa memutuskan untuk kedepannya bagaimana, hanya saja kami itu sedang berkordinasi dengan bidang cagar budaya dan sejarah Disparbud KBB," tuturnya.

Ia mengaku, semula pihaknya berencana melakukan pemasangan garis polisi di pulau tersebut sebagai upaya pelindungan. Namun, lantaran ada masukan dari beberapa pihak khawatir memancing rasa penasaran publik langkah itu dibatalkan.

Baca Juga: Heboh Temuan Tulang Belulang Diduga Fosil Hewan Purba di Cipongkor, Peneliti pun Gerak Cepat Lakukan Ini

"Memang sudah ada arahan dari kasi sejarah dan cagar budaya untuk dipasang police line. Hanya saja begitu tim kami turun ke lapangan kemarin hari minggu dari tim keamanan sudah turun untuk cek lokasi ada arahan di lapangan beda lagi oleh peneliti. Justru dikhawatirkan malah mengundang rasa penasaran warga," bebernya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya telah menerjunkan petugas keamanan internal guna menjaga pulau tersebut.

"Sebanyak 4 personil akan patroli dan berjaga dari kejauhan agar fosil tersebut tetap aman," terangnya.

Ia menyebut, para petugas tersebut memantau dari kejauhan sambil patroli dan sesekali para petugas akan ke lokasi untuk memantau situasi dan kondisinya.

Baca Juga: Kota Bandung Dukung Optimalisasi Kawasan RTH Bandung Raya

"Karena memang di sini kami masih masa pandemi tidak boleh ada yang berkerumun. Ya kita hanya mengimbau kepada warga untuk tidak berkerumun dan untuk mendukung para peneliti melakukan kegiatan penelitiannya," sebutnya.

Ia menjelaskan, untuk patroli cukup 3 sampai 4 orang, Pasalnya, Indonesia Power memang sebagai obyek vital nasional.

"Itu memang ada titik-titik yang memang harus dijaga, tidak boleh dilepas. Nanti ada tim patroli nya sendiri (patroli air)," tandasnya.

Sebelumnya,berdasarkan hasil survei ke pulau Sirtwo Island, yang terletak di Kampung Suramanggala RT 01 RW 01 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, KBB, paleontolog dari UI dan ITB menemukan sedikitnya 17 titik fosil tulang hewan (verterbrata) berbagai jenis dan bentuk.

Baca Juga: Percepat Vaksinasi Covid-19 Sasaran 18 tahun ke atas di Bodebek dan Bandung Raya

Para peneliti menemukan fosil bagian lengan, kaki, tangan, tulang belakang, dan bagian kepala. Fosil tersebut diperkirakan berusia 3.000 tahun terdiri dari fosil kerbau, sapi, rusa, dan gajah.*** (agus satia negara)


Editor : inilahkoran