Heboh Temuan Tulang Belulang Diduga Fosil Hewan Purba di Cipongkor, Peneliti pun Gerak Cepat Lakukan Ini
Sejumlah peneliti mulai melakukan penelitian menyusul adanya temuan tulang belulang yang diduga fosil binatang purba di Cipongkor, KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Penemuan tulang belulang yang diduga fosil hewan purba di Kampung Suramanggala RT 01/ RW01, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor kini tengah diteliti sejumlah ahli.
Para peneliti paleontolog dari ITB dan UI telah melakukan pengambilan sampel beberapa tulang belulang yang ditemukan di lokasi berdasarkan informasi dari masyarakat setempat.
Paleontolog ITB, Mika Rizki Puspaningrum menuturkan, berdasarkan temuan sementara di lokasi pihaknya menemukan belasan tulang dari tiga jenis binatang vertebrata (bertulang belakang).
"Kita tadi menemukan belasan tulang dari keluarga sapi, rusa dan ada satu tulang dari seekor gajah," katanya saat ditemui di lokasi, Minggu 10 Oktober 2021.
Ia menyebut, lokasi tersebut kemungkinan besar merupakan area sungai maupun cekungan. Pasalnya, hal itu berdasarkan pengamatan di lokasi temuan fosil yang diduga berusia ribuan tahun.
Baca Juga: TRAGIS..18 KK Warga Kampung Kawah Cibuni Terancam Tersingkir dari Kampung Halamannya
"Mungkin mereka (fosil) bisa saja mati di tepian sungai setelah terurai terbawa sungai. Bahkan bisa saja area ini dulunya hutan dan ada sungainya juga," sebutnya.
Ia menerangkan, berdasarkan temuan fosil di lokasi ukuran hewan tersebut berukuran tidak jauh dari yang sekarang seperti tulang kaki, punggung, gigi dan yang lainnya.
"Kelihatannya tidak berbeda jauh ukurannya dengan yang sekarang," terangnya.
Disinggung terkait penemuan fosil tulang gajah, Mika menyebut, hal itu membuktikan bahwa gajah pernah hidup di pulau Jawa.
"Kalau kerbau dan sapi kan masih ada hingga saat ini di pulau Jawa. Tetapi untuk gajah sendiri di pulau Jawa habitat gajah sudah tidak ada dan kita harus mengetahui kapan gajah itu punah di pulau Jawa," ucapnya.
Baca Juga: Perpres Kawasan Rebana Resmi Ditandatangi Presiden Jokowi, Kini Saatnya Lompatan Rebana Metropolitan
Sementara itu, Dosen Geologi UI, Sukiatoh mengaku, hingga saat ini belum menemukan hewan yang mati karena aktivitas perburuan di masa lampau. Oleh karenanya, pihaknya juga belum bisa memastikan adanya fosil manusia purba.
"Kebanyakan tulang panjang bagian kaki, lengan, bagian tubuh, gigi, dan tulang kepala.
Di lokasi banyak elemen tubuh seperti kepala, kaki, tangan, tulang belakang, dan bagian kepala. Kita tidak tahu apakah ini dari satu organisme yang sama atau beda," katanya.
Dengan demikian, ia meminta kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan ditemukannya fosil hewan purba. Pasalnya, temuan tersebut penting bagi berkembang ilmu pengetahuan.
"Karena semua ilmu dan penelitian yang kita lakukan harus kembali lagi ke masyarakat. Informasinya mungkin bisa jadi nilai tambah wisata," ujarnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Kota Bogor Cukup Terkendali, Dedie: Yang Terpenting Prokes Tetap Dilakukan
Di tempat yang sama, Camat Cipongkor, Yayat Ruhiyat mengatakan, pihaknya merasa bangga lantaran Kecamatan Cipongkor menyimpan kekayaan alam termasuk potensi wisata yang harus terus digali.
"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kawasan ini karena sedang dilakukan penelitian lebih lanjut terkait penemuan fosil tersebut," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya bersama aparat kewilayahan bakal menjaga kawasan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Nanti kita akan menyiagakan perangkat desa maupun aparat lainnya untuk menjaga kawasan ini agar selama dilakukannya observasi maupun penelitian tidak ada yang hilang," tandasnya.***(Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


