Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMA/SMK di KCD Wilayah VII Mesra Menjalin Kerja Sama dengan Universitas Widyatama
Sebanyak 68 SMA/SMK negeri dan swasta yang berada di bawah naungan Kantor Cabang Dinas (KCD) VII meneken MoU dengan Universitas Widyatama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 68 SMA/SMK negeri dan swasta yang berada di bawah naungan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah VII melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Widyatama.
Kepala Seksi Pelayanan KCD Pendidikan Wilayah VII Siti Sadiah Yuningsih mengatakan, kegiatan ini aplikasi dari Tri Dharma perguruan tinggi kepada masyarakat, yakni bidang pendidikan di SMA/SMK khususnya.
"Dengan adanya kerjasama dengan Widyatama, maka SMA/SMK yang menjalin kerjasama dapat memanfaatkan fasilitas dan meningkatkan kualitas pembelajaran," kata Siti Sadiah Yuningsih, Rabu 27 Oktober 2021.
Baca Juga: Universitas Widyatama Mewisuda 1.338 Wisudawan dan Wisudawati Gelombang II Secara Daring
Siti Sadiah Yuningsih menambahkan, hal itu harus dimanfaatkan oleh kepala sekolah dan juga dosen-dosen ahli yang ada di Universitas Widyatama bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran.
"Kolaborasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah. Berbagi metode pembelajaran bagaimana kurikulum merdeka belajar di sekolah," imbuhnya.
Kerja sama itu juga menurutnya sebagai peluang bagi siswa SMA/SMK untuk dapat lebih mudah memilih perguruan tinggi terbaik di Kota Bandung, seperti Universitas Widyatama masuk melalui beasiswa dan program lainnya.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bandung Andang Segara berharap dari kegiatan MoU terjadi sinergitas antara sekolah menengah atas dan Universitas Widyatama untuk mengakselerasi proses pembelajaran di sekolah.
Baca Juga: Kejar Herd Immunity, Universitas Widyatama Siapkan 500 Dosis Vaksin
"Sehingga kami bersiap untuk membuat program-program dalam membekali siswa yang jauh lebih ke depan dan ini difasilitasi dan dipandu Widyatama. Sehingga ke depan perguruan tinggi itu bukan suatu wadah atau tempat hanya untuk mahasiswa saja, namun di sana nanti juga ada tempat untuk belajar siswa SMA/SMK sederajat. Bisa belajar menggunakan fasilitas-fasilitas kampus," imbuh Andang Segara.
Menurut dia, apabila fasilitas yang tidak tersedia di sekolah dan tersedia di UTama, bisa dimanfaatkan oleh para siswa. Hal ini membuat anak-anak lebih cepat dalam proses belajar. Penyesuaian belajar itu terkait dengan merdeka belajar, tempat belajar itu bukan hanya di sekolah, tapi bisa di kampus, dimana saja.
Sedangkan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru dan kepala sekolah, rencananya akan menyelenggarakan in house training, seminar, pelatihan dan lainnya. Terutama membekali para guru dalam implementasi pembelajaran berbasis digital.
Baca Juga: Yayasan Widyatama Bagikan 750 Lebih Paket Sembako
"Kerjasama dengan perguruan tinggi bukan hanya dari proses belajar tapi bagaimana kepada guru dengan hal-hal yang terbarukan," ucapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Widyatama Obsatar Sinaga mengatakan kampusnya sudah jauh-jauh hari menjalankan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan sistem server dan bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya.
"Sistemnya sudah terintegrasi dengan mereka (perguruan tinggi). Makanya mereka juga (SMA/SMK di KCD VII) ingin menerapkan beberapa aspek yang kaitanya dengan sistem interlinking antara sistem pendidikan kita dengan industri. Itulah mengapa kemudian kepala sekolah pada belajar," kata Obsatar Sinaga.
Baca Juga: Rektor Widyatama Nilai Pemerintah-DPR Tergesa-gesa soal UU Ciptaker
Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan pemaparan materi MBKM yang sudah berjalan di Universitas Widyatama disampaikan Warek I Dadang Suganda. Dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pembekalan pensiunpreneur bagi kepala sekolah menjelang masa pensiun.***(okky adiana)
Editor : inilahkoran


