Bupati Dadang Supriatna Lepas Ekspor Kopi Sunda Hejo ke Prancis
Pemkab Bandung dan Kadin Jabar melepas ekspor 19,5 ton Kopi Sunda Hejo dari Koperasi Klasik Beans ke Prancis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Barat melepas ekspor 19,5 ton Kopi Sunda Hejo dari Koperasi Klasik Beans ke Prancis.
Pelepasan tersebut dipimpin langsung Bupati Bandung Dadang Supriatna di Gedung Moh Toha, Soreang belum lama ini.
Dadang mengatakan, nilai ekspor kopi asal Kecamatan Cimaung itu sebesar USD 70.380 atau sekitar Rp1 Miliar.
“Sedangkan pada 2020, ekspor kopi kita mencapai USD 1.642.792 dengan negara tujuan ekspor yakni Australia, Belgia Tiongkok, Latvia, Qatar, Singapura Turki dan Ameriia Serikat” kata Dadang di Soreang, Minggu 31 Oktober 2021.
Baca Juga: Innalillahi, Pria Ini Meregang Nyawa Usai Minum Obat Kuat...
Dikatakan Dadang, kualitas kopi Kabupaten Bandung, sudah berskala internasional. Bahkan, termasuk jajaran elit kopi dunia, dengan rata-rata skor speciality mencapai lebih dari 80 poin.
“Ini terbukti pada April 2016 lalu, kopi Gunung Puntang asal Kecamatan Cimaung juga menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta Amerika Serikat,” ujarnya.
Dadang berpendapat, selain memiliki banyak varian kopi dengan cita rasa khas, suburnya perkebunan kopi di beberapa wilayah, mulai dari Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Pangalengan, Cimaung, Pasirjambu, Rancabali, Ciwidey, Pacet, Soreang, Ciparay hingga Arjasari, menjadikan Kabupaten Bandung layak menyandang titel Pusat Kopi Indonesia.
Tak sampai di sana, pihaknya juga menggandeng akademisi dan pengusaha kopi untuk mengembangkan para petani kopi dengan melakukan pembinaan pembibitan, pengelolaan pola tanam, hasil panen, pengemasan produk hingga pemasaran kopi.
Dadang menjelaskan, ekspor kopi merupakan upaya pihaknya dalam mendukung program pemerintah melalui peningkatan pertumbuhan ekspor barang nonmigas serta pemulihan ekonomi pada masa pademi covid-19.
Baca Juga: Prodi Film dan Televisi ISBI Bandung Gelar Festival Film Budaya Nusantara 3
“Salah satu kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah peningkatan ekspor. Bukan hanya membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, tetapi juga untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi. Jadi kita harus jeli, melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka lebar di negara-negara lain,” katanya.
Dadang juga berharap, Kadin Jabar dapat menjadi market agent sekaligus melakukan marketing intelligence, serta mendorong percepatan negosiasi perjanjian kemitraan dengan negara-negara tujuan ekspor.
“Kami berharap, perjanjian perdagangan yang sudah ada bisa segera dioptimalkan. Tentunya sambil terus mencari pasar-pasar baru di negara-negara non tradisional, sehingga pasar ekspor kita semakin luas. Kadin juga dapat menggandeng UMKM Kabupaten Bandung untuk memenuhi permintaan pasar,”ujarnya.
Wakil Katua Umum Bidang Perdagangan Kadin Jabar, Indriyani menambahkan, ekspor tersebut merupakan ekspor pertama pada 2021.
“Sebenarnya ekspor ini harusnya dilaksanakan September kemarin. Karena ada kelangkaan kontainer, jadi mundur terus dan baru sekarang kita dapat jadwal dan kontainernya,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung Minions Satu-satunya Wakil Indonesia di Final French Open 2021, Ini Link Live Streaming....
Meskipun menemui sejumlah kendala, dirinya mengungkapkan, tahun ini ada peningkatan ekspor kopi ke sejumlah negara di Eropa, Amerika dan Asia.
“Sebenarnya tahun kemarin juga Kadin Jabar melakukan ekspor. Tapi di tahun ini akan ada peningkatan, yakni sekitar 2 kontainer lagi yang berangkat,” katanya.
Indriani menerangkan, Sunda Hejo merupakan koperasi klasik beans yang memiliki sertifikasi organik. Sebanyak 80 persen kopi yang dihasilkan diperuntukan bagi pasar lokal dan 20 persen untuk kebutuhan ekspor.
“Mudah-mudahan sinergitas yang terjalin antara Kadin Jabar dan pemerintah daerah dapat sama-sama dapat meningkatkan perekonomian rakyat Jawa Barat, sesuai dengan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, lanjut Indriayani, pertanian kopi yang dikembangkan oleh Sunda Hejo, sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga kelestarian alam. Karena memang kopi yang ditanam oleh Sunda Hejo tidak merusak pepohonan atau tanaman keras. Sehingga, tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, yang menjadi penyebab erosi, longsor, banjir dan sedimentasi di aliran sungai.
Baca Juga: Kode Redeem ML Baru dan Cara Klaim 31 Oktober 2021, Dapatkan Hero dan Skin Canggih
"Kami menanam kopi tidak dengan membabat hutan. Tapi menanam disela pepohonan, ini sangat penting sebagai upaya perlindungan dan kelestarian alam,"katanya.***(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


