INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk penanganan bencana dari pos biaya tak terduga (BTT).
Tal hanya itu, anggaran tersebut bahkan telah ditambah pada APBD perubahan menjadi Rp15 miliar.
"Itu termasuk untuk penanganan bencana non alam, yakni pandemi COVID-19," kata Sekertaris Daerah Pemda KBB, Asep Sodikin, Jumat 5 November 2021.
Ia menjelaskan, dalam sepekan terakhir ini bencana alam di KBB cukup marak terjadi lantaran intensitas curah hujan yang tinggi.
Bahkan, lanjut dia, sepekan terakhir ini telah terjadi bencana di delapan desa dan tujuh kecamatan.
"Dengan maraknya bencana tersebut maka kami terus memantau perkembangan kejadian longsor dan penanganan yang harus dilakukan. Termasuk masih menunggu arahan Pemprov Jabar terkait kenaikan level bencana ke siaga bencana," jelasnya.
Ia menyebut, terkait dengan status kebencanaan pihaknya masih menunggu. Lalu, jika sudah ada informasi dari Pemprov Jabar, maka akan langsung ditindaklanjuti dengan peraturan bupati.
Menurutnya, untuk penggunaan anggaran BTT tersebut harus ada persetujuan dari Plt bupati dan peruntukkannya memang untuk bencana. Pasalnya, jika tidak terpakai maka anggaran BTT biasanya dialokasikan kembali untuk tahun depan.
"Yang jelas setiap tahunnya selalu dianggarkan sebagai antisipasi adanya peristiwa bencana," tuturnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, anggaran BTT pastinya akan selalu dianggarkan dan alokasinya jelas untuk bencana.
Sementara, sambung dia, terkait maraknya kejadian bencana di KBB, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana dengan mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling," tandasnya.*** (agus satia negara)