Pencurian Penutup Lubang Got Milik Perumda Tirtawening di Bandung Kembali Marak

Pencurian manhole atau penutup lubang got milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening Kota Bandung kembali terjadi.

Pencurian Penutup Lubang Got Milik Perumda Tirtawening di Bandung Kembali Marak
Pencurian manhole atau penutup lubang got milik Perumda Tirtawening Kota Bandung kembali terjadi.

INILAHKORAN, Bandung - Pencurian manhole atau penutup lubang got milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening Kota Bandung kembali terjadi.

Sedikitnya, ada 20 manhole raib dalam kurun waktu hitungan minggu.

Padahal, Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengatakan tutup lubang perawatan air limbah tersebut sudah diberi kunci pengaman. Namun, para pencuri selalu berhasil membawa manhole dengan mudah dan menghilang.

"Total ada 20 manhole yang sudah dicuri, dan baru saja saya mendapatkan laporan bahwa manhole di kawasan Nyengseret telah hilang. Kasus ini sebenarnya dari dulu, lalu menghilang, dan saat ini kembali marak," kata Sonny, Selasa 9 November 2021.

Baca Juga: Kualitas Air Baku Menurun, Perumda Tirtawening Ajak Komisi B Tinjau ke Lapangan

Menurut dia, manhole memiliki ukuran variatif. Diameternya mulai dari 60 hingga 70, bahkan 100 centimeter. Walhasil ketika tutup perawatan air limbah tersebut raib digondol maling, akan sangat membahayakan pengguna jalan.

"Karena memang, manhole-manhole ini mayoritas berada dipermukaan jalan dan berada di kawasan padat. Tentu ini sangat membahayakan pengguna jalan, karena pengendara motor besar kemungkinan dapat masuk ke lubang manhole. Ini yang kita khawatirkan," ucapnya.

Baca Juga: Efisiensi, Perumda Tirtawening Kota Bandung Gilir Aliran Air

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat agar ikut berperan aktif, dengan cara melapor apabila melihat seseorang yang tengah berniat mencuri manhole. Laporan bisa langsung ditujukan melalui media sosial, seperti twitter, IG dan lain sebagainya.

"Kita berharap masyarakat berani melapor ketika melihat adanya perilaku yang mengarah kepada pencurian. Laporan bisa langsung ditujukan ke mendos Perumda Tirtawening. Kita juga berharap, pencurian ini tidak terus terjadi karena sangat membahayakan," ujar dia.***(yogo triastopo)


Editor : inilahkoran