Lembang Darurat Bencana! Pemerintah Siapkan Skema Relokasi Warga

Warga di beberapa wilayah kawasan Lembang harus siap-siap direlokasi menyusul status darurat bencana yang ditetapkan pemerintah.

Lembang Darurat Bencana! Pemerintah Siapkan Skema Relokasi Warga
Camat Lembang, Herman Permadi berharap adanya relokasi warga di beberapa titik rawan bencana.

INILAHKORAN, Bandung- Warga Lembang siap-siap direlokasi. Pemerintah setempat mulai menyiapkan skema menyusul status darurat bencana di kawasan tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat 10 bencana di empat kecamatan dan tujuh desa. Lembang termasuk di dalamnya.

Camat Lembang, Herman Permadi mengatakan, memang ada beberapa titik yang perlu ditempuh upaya relokasi. Sebut saja Kampung Sukapinggir, Desa Jayagiri dan Pagerwangi yang memang perlu dilakukan satu bentuk relokasi.
 
 
Pasalnya menurut dia, warga di kawasan tersebut tetap berada di sana. Dia khawatir ada korban jiwa jika sewaktu-waktu bencana datang.
 
"Saya kemarin sudah cek juga memang harus ada upaya preventif, jangan sampai masyarakat menganggap hal ini biasa," katanya, Senin 15 November 2021.
 
Ia menuturkan, banyak masyarakat yang mengaku sudah terbiasa dengan bencana yang terjadi setiap tahunnya. Namun, ia menyebut hal ini tidak biasa dan harus diantisipasi.
 
"Sebagai contoh Kampung Sukapinggir itu memang bekas galian pasir, mereka membangun tanpa ada aturan," tuturnya.
 
 
"Pertama kali terjadi bencana pada 2 November. Lalu, terjadi lagi pada 10 November," ujarnya.
 
Selanjutnya, sambung dia, terjadi lagi bencana di Pagerwangi. Ironisnya, warga membangun rumah di bekas tempat pembuangan sampah.
 
"Ini yang kami perlu berikan edukasi, tentang bagaimana caranya harus ada langkah preventif dan nyata," ucapnya.
 
 
Rencananya, kata dia, siang ini pihaknya bakal mengumpulkan seluruh kepala desa untuk duduk bersama membuat konsep mitigasi bencana.
 
"Saya minta cari tanah desa atau kita cari gedung sendiri untuk relokasi sementara. Dalam arti bukan kita mendahului kebijakan kabupaten. Tapi kita antisipasi dulu membuat suatu bentuk skema. Jadi apabila terjadi kan sudah ada siap," bebernya.
 
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengatakan, bencana memang tidak bisa diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.
 
 
Namun, paling tidak pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi.
 
"Hari ini laporan dari camat beberapa daerah yang rawan, kita dari pemerintah mengharapkan relokasi. mohon diikuti karena memang kondisinya membahayakan," ujarnya.
 
Ia mengimbau, untuk masyarakat yang hari ini tinggal di tebing-tebing itu mohon untuk tinggal di tempat yang aman untuk sementara ini.
 
 
"Karena secara geografis wilayah KBB itu rawan bencana," ujarnya.***(agus satia negara).
 
 


Editor : inilahkoran