Armada Pengangkut Sampah Minim, DLH KBB Sebut Mayoritas Kondisi Truk Tidak Layak

Berdasarkan data DLH KBB, jumlah armada truk pengangkut sampah hanya ada 38 armada. Yakni, 30 unit truk dan 8 kendaraan kecil.

Armada Pengangkut Sampah Minim, DLH KBB Sebut Mayoritas Kondisi Truk Tidak Layak
Minimnya armada truk pengangkut sampah menjadi faktor terhambatnya pengangkutan sampah.

INILAHKORAN, Ngamprah - Minimnya jumlah armada truk pengangkut sampah yang dimiliki UPT Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu faktor terhambatnya pengangkutan sampah di 16 kecamatan dan 165 desa di Bandung Barat.

Pasalnya, berdasarkan data DLH KBB jumlah armada truk pengangkut sampah hanya ada 38 armada. Yakni, 30 unit truk dan 8 kendaraan kecil.

Kepala UPT Kebersihan DLH KBB Nurjaman mengatakan, pengangkutan sampah oleh petugas belum bisa dilakukan secara maksimal karena belum bisa menjangkau seluruh kecamatan dan desa di KBB.

Baca Juga: Pentingnya Bijak Sampah Plastik Sejak Dini

"Armada truk pengangkut kita masih terbatas, masih jauh dari kata ideal jika melihat cakupan pelayanan yang harus dilakukan," katanya, Minggu 21 November 2021.

Menurutnya, jumlah ideal armada untuk mengangkut sampah di wilayah KBB sebanyak 50 unit truk untuk melayani pengangkutan sampah di 16 kecamatan.

Selain kekurangan armada, sebut dia, truk pengangkut sampah milik UPT Kebersihan KBB yang saat ini masih bisa digunakan juga sudah banyak yang kondisinya kurang baik.

Sebab, truk tersebut sudah tua karena warisan aset dari Kabupaten Bandung saat pemekaran pada 2007 lalu.

Baca Juga: Waspada Musim Hujan, Uu Ruzhanul Ingatkan Warga Tak Buang Sampah Sembarangan

"Armada eksisting yang tua-tua akan dihapuskan karena untuk diperbaiki costnya mahal. Sementara dalam sehari pelayanan ritase buangan sampah dari KBB mencapai 50 ritase," sebutnya.

Ia menjelaskan, pelayanan pengangkutan sampah yang baru bisa dilakukan saat ini hanya di 10 kecamatan. Sementara, untuk 6 kecamatan lain terutama di daerah selatan belum terlayani.

"Produksi sampah dari 10 kecamatan tersebut, mencapai 150 ton per hari. Jika ditambah dengan wilayah lain yang belum terlayani bisa mencapai 650 ton per hari," jelasnya.

Baca Juga: Pengangkutan Sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti Masih Terkendala

Untuk mengatasi kekurangan truk pengangkut sampah ini, pihaknya sudah mengajukan penambahan armada truk pada tahun depan dengan jumlah 8 unit.

Kendati demikian, hal tersebut belum tentu disetujui lantaran harus melihat ketersediaan anggaran yang ada, mengingat harga unit truk sampah cukup mahal.

"Kita mengajukan penambahan 8 truk, tapi apakah nanti akan disetujui semua atau hanya beberapa unit belum tahu," ujarnya.

"Semoga saja jadi prioritas, karena ini untuk melayani masyarakat," harapnya.***(agus satia negara)


Editor : inilahkoran