Pengangkutan Sampah Kota Bandung ke TPA Sarimukti Masih Terkendala
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mengatakan, pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti masih belum berjalan normal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mengatakan, pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti masih belum berjalan normal.
Terlebih, pengelola TPA Sarimukti mengeluarkan sejumlah kebijakan terbaru menyangkut operasional.
"Kita terancam terjadi penumpukan sampah. Di sana operasional sudah berjalan, tapi masalahnya kita harus menyesuaikan dengan jam kerja baru," kata Kabid Kebersihan DLHK Kota Bandung Sofyan di Balai Kota Bandung, Kamis 11 November 2021.
Baca Juga: Alhamdulillah, Ancaman Lautan Sampah Teratasi, DLHK Kota Bandung Kembali Angkut Sampah
Menurutnya, pada musim penghujan ini pengangkutan sampah relatif tersendat akibat kondisi jalan yang sering terjadi longsor. Selain itu terdapat proyek pembangunan jalan di jalur menuju TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Tak hanya itu, jam operasional TPA berubah dari semula pukul 03.00-18.00 WIB menjadi pukul 08.00-16.00 WIB. Bahkan pihaknya mendapatkan informasi operasional TPA Sarimukti pada hari Sabtu dan Minggu akan ditutup.
"Sebenarnya kalau kita hitung, di sana jam kerja setengahnya dikurangi. Kemudian problem fisik di lapangan. Ya mungkin kita bisa optimal 70 persen kalau tidak ada kemarin dua hari stop. Sekarang kerja kita dua kali ya, beresin dulu dua hari yang stop," ucapnya.
Baca Juga: DPRD Jabar Minta Pemprov Serius Tangani Soal Sampah
Pihaknya saat ini, melakukan strategi agar sampah di Kota Bandung dapat terangkut ke TPA Sarimukti yaitu lebih cepat mengangkut sampah. Termasuk memprioritaskan terlebih dahulu sampah yang berada di pinggir-pinggir jalan.
Sofyan menambahkan, dalam satu hari, total ritase pengangkutan sampah sebanyak 253 rit dengan kapasitas 1.300 ton yang terangkut. Sedangkan 200 ton sampah yang ada, dikelola masyarakat secara swadaya.
"Sebanyak 2.600 ton sampah yang harus diatasi dan 500 rit saat dua hari kemarin stop pengangkutan, bagaimana tambal sulam," ujar dia.***(yogo triastopo)
Editor : inilahkoran


