Ada yang Aneh dari Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Apa Itu?

Ada yang cukup aneh dari kasus guru cabul pesantren Bandung. Kenapa peristiwanya baru ramai sekarang?

Ada yang Aneh dari Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung, Apa Itu?
[Ilustrasi] PSI Kawal Kasus Guru Pesantren Cabuli Belasan Anak Didik, Para Orang Tua Korban Gelisah

INILAHKORAN, Bandung – Ada yang cukup aneh dari kasus guru cabul pesantren Bandung. Kenapa peristiwanya baru ramai sekarang?

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi, mengakui bahwa penanganan kasus guru cabul pesantren Bandung ini sudah berlangsung cukup lama.

Tedi Ahmad Junaedi menyebutkan sudah mengetahui bahwa kasus tersebut berjalan sejak Mei lalu. Tapi baru sekarang kasus guru cabul pesantren Bandung ini terungkap di publik setelah menjalani beberapa kali persidangan.

“Kasus ini sudah berjalan sejak Mei-Juni,” kata Tedi Ahmad Junaedi kepada wartawan di Bandung, Kamis 9 Desember 2021.

Baca Juga: Marah dan Kaget! Ridwan Kamil Beri Pesan Ini untuk Para Orang Tua, Buntut Pencabulan HW di Pesantren Bandung

Dia berharap proses hukum terus berjalan dan dapat segera selesai. “Karena melalui persidangan, ini lebih terbuka. Kami berharap secara personal, proses hukum harus tetap berjalan,” ujar dia. 

Tedi mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk membekukan izin operasional pesantren seiring adanya kasus pelecehan seksual dengan pelaku guru berinisial HW (36). 

“Secara operasional, kan hari ini sudah tidak ada santri, pesantren ditutup. Secara izin operasional kami akan mengajukan permohonan pembekuan ke pusat untuk pondok pesantren tersebut,” kata Tedi.

Baca Juga: Fakta Baru Terungkap, 40 Saksi Diperiksa dalam Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung

Dijelaskan dia, rekrutmen tenaga guru di pesantren merupakan kewenangan yayasan atau pesantren. Namun pihaknya mengimbau dan meminta di kemudian hari agar pihak pengelola lebih selektif untuk merekrut tenaga pendidik. 

“Memang, secara ril kedalaman persoalan pengangkatan guru dan lain-lain itu, hak dari yayasan pesantren itu sendiri. Tetapi kita mengimbau kepada mereka untuk lebih selektif,” ucapnya. (yogo triastopo)


Editor : inilahkoran