Fitnah Syahwat Penyebab HW Gagahi Belasan Santriwati di Bandung

Khairati menegaskan kasus kekerasan seksual santriwati oleh guru ngaji HW sekaligus pemilik pesantren Madani Boarding School Cibiru Bandung,

Fitnah Syahwat Penyebab HW Gagahi Belasan Santriwati di Bandung
ilustrasi kekerasan seksual

INILAHKORAN, Bandung – Penulis Buku Titian Taubat Majelis Ta'lim, Khairati menegaskan kasus kekerasan seksual santriwati oleh guru ngaji HW sekaligus pemilik pesantren Madani Boarding School Cibiru Bandung, penyababnya lantaran fitnah syahwat.

HW guru ngaji sekaligus pemilik pesantren Madani Boarding School Cibiru Bandung, mencabuli belasan korban yang tak lain para santriwatinya. Bahkan, beberapa dari mereka sudah melahirkan.  

HW melakukan kekerasan seksual terhadap para santriwati dengan modus iming-iming sekolah gratis di Pesantren Madani Boarding School Cibiru Bandung.

Baca Juga: Astaga! Guru Cabul HW Ternyata Sikat Dana Bantuan Pesantren di Bandung untuk Check In Hotel

"Untuk kasus ini (kekerasan seksual Santriwati), sumbernya fitnah syahwat. Mungkin dilihat pandangan dari Santrinya, lalu pandangannya tidak terjaga, pembenaran zina itu berawal dari pandangan, merambat kepada pikiran, kemudian angan-angan, tangan, kaki, ujung-ujungnya kemaluannya yang akan melanjutkan seperti itu, tapi berawalnya dari syahwat," kata, Khairati, kepada INILAHKORAN, Kamis 9 Desember 2021.

Khairati menyebutkan, seseorang yang berbuat kesalahan, dia percaya Tuhan itu ada dan melihat, tapi dia tetap berani melakukan maksiat, berarti dia itu menantang Tuhan.

"Kecuali orang mengatakan tidak ada Allah, itu udah kafir atau ateis. Tapi ada orang-orang dia tahu kalau Allah itu ada, dan mengawasi tapi dia tetap melakukan itu, berarti dia menganggap enteng dia itu sudah ceroboh dan tidak takut kepada Allah," ujarnya.

Baca Juga: HW Guru Cabul Pesantren di Bandung Jadikan 8 Bayi Alat Cari Sumbangan, Polda Jabar Beraksi Begini

Kata dia, kasus ini sangat luar biasa, sekian orang dan menghasilkan terjadinya hamil. Berarti, setan itu sudah betul-betul sudah memberi perangkap pada dirinya.

"Bagi kita kalau melihat kejadian ini, harus menjadi pelajaran atau perenungan. Tidak semata-mata Allah itu memperlihatkan atau mendegarkan suatu kejadian kepada kita, pasti ada pesan dari Allah," imbuhnya.

Dia berharap, semoga guru ini bertaubat, jadi pelajaran bagi guru-guru yang lain, harus memeriksa niat, karena iblis tak kan mampu menggoda orang-orang yang ikhlas dan lembaga pendidikan lebih berhati-hati dan waspada untuk bisa memantau proses-proses kegiatan belajar mengajar (KBM), atau boarding, itu harus betul-betul melakukan kontrol yang kuat. *** (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran