Dekat Kampusnya Terjadi Pencabulan Puluhan Santri, Mahasiswa Bandung: Kok Bisa Ya?

Kasus kekerasan terhadap perempuan sering kali terjadi, misalnya kekerasan seksual di kalangan masyarakat, sekolah, kampus, bahkan pesantren

Dekat Kampusnya Terjadi Pencabulan Puluhan Santri, Mahasiswa Bandung: Kok Bisa Ya?
Alfina Nur Andini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung kaget di dekat kampusnya, tepatnya di pesantren Cibiru, terjadi pencabulan terhadap puluhan santri.

INILAHKORAN, Bandung - Kasus tindak kekerasan terhadap perempuan sering kali terjadi, misalnya kekerasan seksual yang muncul di kalangan masyarakat, sekolah, perkuliahan, bahkan di pesantren sekalipun.

Melihat fenomena ini, mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammdiyah Bandung Alfina Nur Andini angkat bicara. Menurut dia, pihaknya merasa kaget, bahwa 12 santriwati mengalami kekerasan seksual. Bahkan, hal ini dilakukan di Kota Bandung.

"Aslinya, saya merasa kaget baget. Cibiru kan deket banget sama kampus saya Universitas Muhammadiyah," ucap Alfina Nur Andini, Rabu 15 Desember 2021.

Menurut dia, setelah sekian lama kekerasan seksual dari 2016, kasus ini baru terungkap di tahun 2021 akhir. Sebagai seorang mahasiswi, hal ini menjadi miris, apalagi kekerasan seksual yang berada dilingkungan pesanten yang notabene Islam.
 

"Kok bisa ya, apalagi itu pesantren yang emang tempatnya belajar dan beribadah. Bahkan, tidak bisa dilihat juga sekarang, itu cover pesantren seperti Islam banget. Malah justru, jadi tempatnya seperti itu (pelecehan seksual). Itu sih pandangan saya," ucap Alfina Nur Andini, 

Sebagai seorang mahasiswi, kata dia, bukan hanya perempuan saja yang harus menjaga prilaku atau sikapnya, namun seorang laki-laki pun harus diberi pemahaman tentang pelecehan seksual, apalagi kampus Islam.

"Misalnya edukasi dari para dosen-dosen kami, orang tua, masyarakat dan segala macam, agar mereka tahu tentang pentingnya menjaga sikap kepribadiannya," ucapnya.
 
 
Kata dia, hukuman yang pasti akan diberikan oleh pelaku adalah, sanksi sosial dari masyarakat, apalagi seorang netizen-netizen di media sosial. Bahkan, kata dia, beberapa netizen pun ikut berkomentar terkait pelaku.
 
"Kalau menurut saya, harus diadili seadil-adilnya. Kalau kita lihat di Instagram atau twitter, bahkan ada yang bilang harus dikebiri dan lainnya," ucap Alfina Nur Andini. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran