Jelang PTM 100 Persen di Kota Bandung, FAGI Jabar Tuntut Kebijakan Khusus untuk Kantin Sekolah
Jelang PTM 100 Persen di Kota Bandung, Ketum FAGI Jabar Iwan Hermawan menuntut adanya kebijakan khusus untuk kantin sekolah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jabar berharap adanya kebijakan khusus untuk kantin sekolah jelang PTM 100 Persen di Kota Bandung.
Rencananya, Pemkot akan segera menggelar PTM 100 Persen di Kota Bandung. FAGI pun menyoroti eksistensi kantin sekolah.
Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan memandang penting kebijakan khusus untuk kantin sekolah ketika PTM 100 Persen di Kota Bandung nantinya sudah berjalan.
Baca Juga: Inilah Daftar Pemain Persib di Putaran Kedua Liga 1 2021-2022
"Hal ini sangat beralasan, karena warung-warung di depan sekolah sudah buka seperti biasa, sehingga siswa-siswi sebelum belajar di sekolah kemungkinan mereka akan berkumpul makan pagi bersama di warung-warung atau pedagang di depan sekolah, tentunya akan berkumpul bersama dengan masyarakat lain diluar para siswa," ujar Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan, Jumat 7 Januari 2022.
Dia menambahkan, demikian juga pada saat pulang sekolah, mereka mungkin ada yang lapar dan mereka akan makan bersama di kantin-kantin atau warung di depan sekolah.
Jadi daripada mereka makan atau jajan bersama dan berkumpul dengan masyarakat, lebih baik dibuka saja kantin sekolah.
Baca Juga: NOAH Remake Video Klip Lagu Bintang di Surga, Tonton Trailernya di Sini
Tetapi tentunya, bentuknya terbatas dan harus dibatasi jumlah yang jajan atau belanja.
Kata dia, waktu itu bisa diatur, untuk tingkat SMA/SMK, kelas X jam berapa, untuk kelas XI jam berapa begitupun kelas XII.
Begitu juga tingkat SMP, dan SD yang memang jumlahnya tidak sebanyak SMP dan SMA.
"Saya kira ini harapan-harapan kami, karena saat ini mal, pasar baru, atau pasar-pasar lainnya para pedangang lainnya sudah boleh berjualan, cuma tinggal kantin sekolah saja yang belum," imbuhnya.
Dirinya merasa kasihan kepada mereka para pedangang kantin sekolah, umumnya dari masyarakat menengah ke bawah.
Hampir sudah 2 tahun mereka tidak bisa berjualan, dan mereka melangalihkan ke pekerjaan lain.
Baca Juga: Inilah Jadwal Polisi Periksa Ferdinand Hutahaean, Buntut Cuitan 'Allahmu Ternyata Lemah'
"Sebagian sudah meninggalkan kantin sekolah, karena memang ada yang tidak mampu bayar atau dan sudah putus asa jualan di kantin tersebut. Itu harapan kami, karena memang surat edaran dari Kadisdik kota Bandung, bahwa kantin sementara tidak bisa dibuka, walaupun pekan depan sudah dilaksanakan PTM terbatas untuk beberapa sekolah yang jumlah siswanya bisa mencapai 100 persen," pungkasnya.*** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


