Kasus Varian Omicron Meningkat, Apa yang Harus Dilakukan Sekolah?

Kasus varian Omicron meningkat. Apa yang dilakukan siswa-siswi dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah?

Kasus Varian Omicron Meningkat, Apa yang Harus Dilakukan Sekolah?
Lantaran kasus varian Omicron meningkat, Fortusis Jabar menyampaikan hal yang harus dilakukan pihak sekolah.

INILAHKORAN, Bandung - Kasus varian Omicron meningkat. Apa yang dilakukan siswa-siswi dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah?

Ketua Forum Orang Tua Siswa-siswi (Fortusis) Jabar Dwi Subawanto mengatakan, semakin meningkatnya kasus Omicron ini pihak sekolah harus melaksanakan PTM 50 persen pada siswa-siswinya, jangan sampai 100 persen.

Semisal, satu rombongan belajar ada 36 atau 32 siswa itu dibagi dua. Sebanyak 50 persen PTM di sekolah dan 50 persen lagi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Anak yang mendapat jadwal PJJ itu belajar di rumah mengikuti secara virtual agar terhindar dari paparan varian Omicron.

Baca Juga: Omicron Melonjak, Sekolah Tetap PTM Atau Kembali PJJ? Ini Kata Pengamat Pendidikan Jawa Barat

Kendati begitu, kemampuan ilmu teknologi yang ada di masing-masing sekolah ini bisa memenuhi kekuatan menangkap ataupun melakukan transfer ilmu tersebut. Hanya sekolah tersebut yang mengetahui hal tersebut.

"Tapi kalau SMKN 4 Bandung, SMAN 24 Bandung dan lainnya sudah cukup bagus. Saya belum tahu kalau SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung, saya nggak tahu," ucap Dwi, Senin 24 Januari 2022.

Dia menjelaskan, ketimbang memaksakan PTM 100 persen dan terjadi penyebaran virus Omicron itu akan sangat berbahaya baik kepada sesama siswa maupun para tenaga pendidik. (Okky Adiana)


Editor : inilahkoran