Jembatan Citarum Lama, Jalur Penghubung Cianjur-Bandung yang Kini Terlupakan

Jembatan Citarum Lama kini semakin terlupakan. Padahal, jadi jalur penghubung antara Cianjur dan Bandung.

Jembatan Citarum Lama, Jalur Penghubung Cianjur-Bandung yang Kini Terlupakan
Suasana di Jembatan Citarum Lama, Minggu 30 Januari 2022. Jembatan ini jadi penghubung antara Cianjur dan Bandung.
 
INILAHKORAN, Ngamprah - Pasca diresmikan Presiden Soeharto pada 14 Agustus 1979 jembatan Rajamandala menjadi salah satu akses yang paling diminati para pengendara untuk menuju arah Cianjur-Bandung.
 
Padahal, di kawasan tersebut berdiri kokoh sebuah jembatan Citarum Lama yang sempat menjadi jalur utama penghubung dari arah Cianjur atau sebaliknya.
 
Berlokasi di Kampung Tagong, Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), jembatan Citarum Lama  kini nampak sepi.
 
 
Kendaraan yang melintas di jembatan ini didominasi kendaraan roda dua yang jumlahnya masih dihitung jari.
 
Embel-embel 'lama'  atau merujuk pada jalur lama dan baru menjadi salah satu faktor yang membuat para pengendara mulai dari kendaraan pribadi, mobil angkutan, hingga roda dua, dari Bandung atau arah sebaliknya, yakni Cianjur, dialihkan melalui Jembatan Rajamandala. 
 
"Karena hal itu, kini tersemat nama Jembatan Citarum Lama, padahal dahulu namanya hanya Jembatan Citarum saja," katanya salah seorang warga Kampung Tagong, Desa Mandalawangi, Apang Suparman (65), Minggu 30 Januari 2022.
 
 
"Kemudian karena jalur utamanya pun dipindahkan via Jembatan Tol Rajamandala yang menjadi jembatan ini diberi sebutan lama," sambungnya.
 
Lebih jauh ia menjelaskan, Jembatan Citarum Lama yang saat ini berdiri kokoh dibangun pada tahun 1986-1987.
 
"Jika dibandingkan dengan Jembatan Tol Rajamandala yang dibangun pada 1978, Jembatan Citarum Lama berusia relatif muda  karena dibangun sebagai relokasi Waduk PLTA Cirata," jelasnya.
 
 
Ia menambahkan, Jembatan Citarum Lama yang dibangun Belanda kondisinya sudah rusak, hanya nampak sisa pondasi dan aspal jalan tepat di bawah jembatan saat ini.
 
"Jembatan yang dulu sudah rusak, saya ingat bentuknya melengkung berwarna kuning. Karena bangunan itu dekat sekali sungai Citarum, khawatir terendam genangan Waduk Cirata, jadi dibangun baru yang lebih tinggi seperti sekarang," tandasnya. *** (agus satia negara).
 
 
 


Editor : inilahkoran