Gawat! Siswa di Bandung Terpapar Covid 19 Terus Bertambah, Terbaru Ada 13 Pasien dari 5 Sekolah Ini...

Jumlah siswa di Bandung terpapar Covid 19 terus bertambah. Ada 13 pasien dari lima sekolah usai digelar Swab Antigen Acak.

Gawat! Siswa di Bandung Terpapar Covid 19 Terus Bertambah, Terbaru Ada 13 Pasien dari 5 Sekolah Ini...
Jumlah siswa di Bandung terpapar Covid 19 bertambah 13 orang dari 5 sekolah usai Swab Antigen Acak.

INILAHKORAN, Bandung- Jumlah siswa di Bandung terpapar Covid 19 terus bertambah hingga Senin 31 Januari 2022.

Kini, siswa di Bandung terpapar Covid 19 bertambah menjadi 13 orang usai dilakukan Swab Antigen Acak di 60 sekolah pada 24 hingga 28 Januari lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan Peserta Didik Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Risman Isnaeni menjelaskan, ada 13 siswa di Bandung terpapar Covid dan satu lainnya merupakan guru.

Baca Juga: Terciduk! Lima Anggota Gangster yang Bacok RM Pemuda 20 Tahun hingga Tewas di Cibinong

"Itu betul ada 14 orang yang positif Covid 19. Itu diantaranya 13 orang siswa dan satu orang guru," kata Risman pada Senin 31 Januari 2022.

Menurut Risman, 14 orang tersebut terdiri dari lima sekolah yang telah dilaksanakan swab acak antigen.

Lima dari 60 sekolah tersebut, tiga diantaranya berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: 3 Golongan yang Pertama Dihisab dan Masuk Neraka, Ustadz Adi Hidayat: Bukti Dosa Diperlihatkan Allah

"Dan dua sekolah di bawah kewenangan Disdik," ucapnya.

Risman menuturkan, dari adanya hasil tersebut. Hingga saat ini terdapat tiga sekolah yang diberhentikan sementara kegiatan PTM nya dengan rincian satu sekolah di bawah Disdik dan dua sekolah di bawah Kemenag.

Sambung Risman, bahwa sesuai dengan regulasi dan instruksi dari pemerintah pusat. Pihaknya akan langsung melakukan tracing kepada orang yang sebelumnya sempat kontak erat dengan para pasien tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Senin 31 Januari 2022: Mama Sarah Terkejut, Golongan Darah Ricky dan Keysha Sama

"Jadi pasti ada tracing atau pelacakan. Mungkin tiga sampai tujuh hari ke belakang mereka yang terpapar ke mana saja dan melakukan apa saja," ujar dia.

Dengan adanya temuan ini, dikatakan Risman, bukan berarti sekolah yang didapati ada siswa atau guru terpapar Covid-19 langsung menghentikan PTM nya. Namun, harus dipastikan terlebih dahulu.

"Jadi kita harus lihat hasil presentasenya dulu sebelum mengehentikan PTM di sekolah. Apakah jumlah orang terpapar di sekolah di atas lima persen atau malah di bawah angka lima persen," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Amankan Ibu Rumah Tangga Pelaku Penipuan Investasi Ilegal

Risman menambahkan, terkait rencana pelaksanaan swab acak antigen kepada siswa dan guru. Disdik Kota Bandung masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Jadi kita nunggu instruksi, kapan tes acak yang kedua dan ketiganya," tandas dia. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran