Guru Ati Meninggal Ditusuk Mantan di SD Kota Bandung, Alumni: Speechless!
Guru SDN Tilil 032, Kota Bandung, Ati Rohaeni, yang tewas ternyata orangnya cukup ramah dan baik hati bagi siswa-siswinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Guru SDN Tilil 032, Kota Bandung, Ati Rohaeni, yang tewas ternyata orangnya cukup ramah dan baik hati bagi siswa-siswinya.
Hal itu diungkapkan oleh alumni SDN 032 Tilil, Kota Bandung Marsha Renata Maharani. Saat ini, Marsha Renata Maharani sekolah di SMP Bina Sarana Cendikia (BSC) kelas IX.
"Kalau menurut saya, Ibu AR itu seru. Kalau lagi ngajar tuh, suka diajak hereuy (bercanda) juga, terus benar-benar dididik gitu dan diawasin sama ibu AR. Dia ngajar kelas lima SD," kata Marsha Renata Maharani, Senin 7 Februari 2022.
Di mata Marsha Renata Maharani, guru AR, memang orangnya cukup baik, akan tetapi bila ada yang sedikit nakal, dia langsung menegur kepada siswa-siswinya.
Baca Juga: Ternyata, Pria Pelaku Penusukan Guru di Bandung Adalah Mantan Suaminya, Pernikahan Jadi Pemicu
"Sedih banget, sampai speechless (tak bisa bicara), sampai ada orang yang ngajak ngomong juga, benar-benar nggak bisa diajak fokusin dulu. Bahkan teman-teman saya yang lain juga ada yang sampai nangis," paparnya.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas akibat penusukan
Pelaku yang sudah diamankan yakni berinisial N. Keduanya diketahui memiliki hubungan, yakni N merupakan mantan suami Ati Rohaeni.
Baca Juga: DETIK-DETIK Guru di Bandung Tewas Ditusuk, Pelaku Pernah Punya Hubungan Spesial!
Sebelum diberitakan, jika pelaku sengaja menyerang korban, karena sakit hati tidak dilibatkan dalam pernikahan anaknya.
"Pelaku sakit hati tidak dilibatkan dalam pernikahan anaknya," kata Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SDN 032 Tilil, Prihatna, yang juga merupakan rekan korban.
Menurut Prihatna, korban rencananya akan melangsungkan pernikahan anaknya pada 12 Februari nanti.
Baca Juga: Korban Merupakan Seorang Guru Tewas Tergeletak di Halaman Sekolah, Pelaku Langsung Diringkus Polisi
Sebelum terjadi penusukan, sempat terjadi cekcok pelaku dan korban di sekolah tempat korban mengajar. Oleh Prihatna dan guru lainnya, percekcokan itu sempat dilerai. Bahkan polisi sempat turun tangan ikut mendamaikan. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


