Belasan ASN KBB Positif Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes

Dinkes KBB menegaskan 13 ASN yang positif Covid-19 lantaran transmisi lokal dan tidak ada riwayat perjalanan dari luar kota atau mancanegara

Belasan ASN KBB Positif Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes
Sebanyak 13 ASN di lingkungan pemerintahan KBB terkonfirmasi positif Covid-19.


INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak 13 orang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nurul Rasyihan menyebutkan, belasan ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini berasal dari empat instansi berbeda.

Ia mengaku, petugas kesehatan telah melakukan tes PCR kepada sekitar 479 ASN yang ada di lingkungan Pemkab Bandung Barat.

Baca Juga: Walhi Minta Keseriusan Pemerintah Atasi Masalah Kebakaran Hutan di Indonesia

"Dari ratusan ASN yang di tes tersebut, ada sekitar 13 orang dinyatakan positif Covid-19, antara lain mereka bekerja di Dinas Sosial (Dinsos) 2 orang, Sekretariat Daerah (Setda) KBB 4 orang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 1 orang," sebutnya.

"Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB 2 orang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB 4 orang," sambungnya.

Ia menjelaskan, rata-rata ASN terkonfirmasi positif Covid-19 akibat transmisi lokal. Tak ada rekam perjalanan dari luar kota atau manca negara dan mayoritas bergejala ringan hingga sedang.

Baca Juga: Dilepas Ridwan Kamil, Tim Sepak Bola Wartawan Jawa Barat Kudu Berjuang Maksimal

"Rata-rata terpapar dari transmisi lokal. Kami saat Terus melakukan pelacakan (tracing) kontak erat," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 KBB, Agus Ganjar Hidayat mengatakan, sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak untuk melakukan sterilisasi ruangan.

Ia menyebut, Pemkab Bandung Barat menyiapkan opsi penutupan sementara sejumlah gedung, jika hasil pelacakan ASN yang tekonfirmasi positid itu kembali bertambah.

Baca Juga: Ini Pesan Gus Miftah untuk Doddy Sudrajat Soal Pemindahan Makam Vanessa Angel

"Kita lihat perkembangan hasil tracing dulu. Kalau banyak yang terpapar, kita siapkan penutupan gedung sementara," ucapnya.

Guna mengantisipasi kerumunan di perkantoran, Agus menambahkan bahwa Pemkab Bandung Barat telah menerbitkan surat edarat (SE) tentang bekerja di rumah (WFH) bagi para ASN.

Porsinya, masih kata Agus, 25 persen berkerja dari rumah (WFH). Untuk sisanya 75 persen bekerja di kantor atau WFO.

"Satgas Covid-19 sudah menerbitkan edaran pembatasan jumlah pekerja di kantor. Langkah ini kita harap pula mengurangi resiko ASN terpapar," tukasnya. *** (Agus Satia Negara).


Editor : inilahkoran