Para Pedagang Pasar Baru Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutan Mereka PT DAM Sawarga Maniloka Jaya
Para pedagang Pasar Baru menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan beberapa tuntutan terhadap PT DAM Sawarga Maniloka Jaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Forum Komunikasi Pedagang Pasar Baru Bersatu (Fokus Paspar) menggelar unjuk rasa di depan kantor pengelola Pasar Baru, PT DAM Sawarga Maniloka Jaya, Selasa 15 Februari 2022.
Para pedagang Pasar Baru gelar unjuk rasa lantaran hendak menuntut sejumlah kebijakan.
Diantara sederet faktor yang membuat para pedagang Pasar Baru menggelar unjuk rasa, adalah kenaikan tarif dasar listrik hingga diskon servis change hingga 50 persen.
"Kita tahu saat ini masih dalam kondisi Covid. Adanya kebijakan sepihak ini, membuat kita sebagai pedagang semakin terpuruk secara ekonomi," kata Koordinator Fokus Pasbar, Kurnia di Pasar Baru, Kota Bandung.
Baca Juga: Arti Sebenarnya “Orang Baik Dapat Jodoh Baik”, Ustadz Abdul Somad: Perlu Proses Panjang
Kurnia menjelaskan, kenaikan listrik yang diprotes yakni dari semula sekitar Rp 1800 per KwH naik menjadi Rp 2.564 per KwH atau naik 100 persen. Tarif ini justru lebih tinggi dibandingkan Baltos dan Metro Indah Mal (MIM).
"Kita di Pasar Baru lebih tinggi dibanding Baltos dan MIM. Baltos yang sama-sama aset Pemkot Bandung saja hanya tarif listriknya hanya Rp 2000 per KwH. Tapi kita Rp 2500 per KwH," ucapnya.
Soal diskon service change, Kurnia menambahkan bahwa pengelola Pasar Baru PT DAM Sawarga Maniloka Jaya belum menjalankan fungsi terkait layanan fasilitas secara menyeluruh.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bandung Soroti PTM yang Kini Masih Berlangsung
Seperi lift dan eskalator masih banyak yang tidak berfungsi.
"Kita tadi bertemu dan membahas soal ini bersama pengelola. Mereka akan membahas secara internal terlebih dahulu. Kita minta sebelum tanggal 20 ini, mereka sudah memiliki jalan keluarnya," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)
Editor : inilahkoran


