Injtensitas Hujan Tinggi, BPBD KBB Imbau Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor
Intensitas curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di KBB menjadi penyebab terjadi banjir bandang dan tanah longsor
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Intensitas curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi penyebab terjadi banjir bandang dan tanah longsor di beberapa titik.
Menyikapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengingatkan warganya agar mewaspadai potensi bencana lantaran intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD, KBB, Duddy Prabowo meminta warga agar selalu waspada, terlebih bagi yang tinggal di dekat aliran sungai dengan ancaman banjir bandang dan daerah perbukitan dan tebing yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor.
Baca Juga: Berkas Dilimpahkan, Bahar bin Smith Segera Disidangkan
"Intensitas hujan masih tinggi, warga mesti waspada. Termasuk warga di Kampung Ciharashas, RT 4/4, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, yang bisa saja kembali terjadi banjir seperti Selasa (15/2/) sore lalu," katanya.
Menurutnya, potensi banjir susulan itu masih bisa terjadi lantaran musim hujan diprediksi akan terjadi hingga April 2022.
"Jadi pemerintah desa, kecamatan, dan juga masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan," tuturnya.
Baca Juga: Asep Gufron Sebut Isoman di Hotel Lebih Murah Dari Rumah Sakit
Ia menjelaskan, sesuai dengan prediksi BMKG, bahwa musim penghujan masih terjadi dan belum memasuki musim kemarau.
Bahkan, lanjut dia, sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat bahwa masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan langkah antisipatif siaga darurat.
"Kami masih menetapkan status siaga darurat sesuai arahan dari Pemprov Jabar. Status siaga darurat terhitung sejak 1 November 2021 sampai akhir April 2022," jelasnya.
Baca Juga: Menaker Ida Fauziyah Sebut JHT Bisa Dicarikan Sebelum Usia 56 Tahun, Ini Syaratnya!
Berdasarkan data yang tercatat pihak BPBD KBB, lanjut dia, terdapat 11 kecamatan yang
masuk kategori rawan longsor di KBB.
"Daerah yang rawan bencana itu, antara lain Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah," bebernya.
Sementara terkait perbaikan tanggul Sungai Cihaur yang jebol, terang dia, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan dinas terkait agar melakukan langkah antisipasi supaya kejadian yang sama tidak kembali terulang.
"Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR karena secara teknis mereka yang melakukan penanganan secara permanen, agar banjir bandang di Kampung Ciharashas, Desa Margajaya, tidak terjadi lagi," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


