Pengrajin Tahu di Bandung Mogok Produksi, Imbas Kenaikan Kacang Kedelai

Para pengerajin tahun di Kota Bandung mogok produksi, Hal itu lantaran imbas kenaikan harga kacang kedelai, Senin (21/2/2022).

Pengrajin Tahu di Bandung Mogok Produksi, Imbas Kenaikan Kacang Kedelai
Naiknya harga kedelai membuat perajin tempe di Kabupaten Cianjur mengurangi jumlah produksi.

INILAHKORAN, Bandung - Para pengerajin tahun di Kota Bandung mogok produksi, Hal itu lantaran imbas kenaikan harga kacang kedelai, Senin (21/2/2022).

Aksi mereka akan dilakukan sampai dengan tiga hari ke depan.


"Jangan seenaknya naikin harga sampai tidak turun lagi, yang saya perhatikan pemerintah seperti tidak melihat ke bawah," kata Pengrajin tahu di Sentra Tahu Cibuntu, Haji Galih saat dihubungi.

Baca Juga: Pemprov Jabar Perbaiki 973 Rutilahu di Pangandaran

Aksi mogok produksi ini, juga sebagai bentuk sikap kepada Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) dan agen kacang kedelai bahwa pabrik tahu di Jabar banyak. Mereka minta agar tidak dengan mudah menaikkan harga kacang kedelai.

"Sebelum ada demo dari paguyuban mah diam saja tidak ramai, kan kedelai ini sebenarnya sudah naik dari dua bulan lalu, cuma paguyuban dan pabrik tahu masih bersabar, tapi ternyata pemerintah malah diam saja," katanya.

Kekinian, harga kacang kedelai yang dijual ke pengrajin bervariasi mulai dari Rp 11.100 hingga Rp 11.500. Sedangkan di wilayah Subang bahkan Jawa bisa mencapai Rp 12 ribu. 

Baca Juga: Hotman Paris Tantang Debat Terbuka dengan Menaker Ida Fauziyah untuk Bahas JHT

"Harga per papan kemarin saat harga kacang normal di Rp 8.500 sampai Rp 9.000, harga tahu per papannya Rp 50 ribu. Rencananya kalau naik jadi Rp 55 ribu, naik Rp 5 ribu itu sebenarnya bukan mencari untung tapi mengurangi kerugian, karena tidak sebanding dengan ongkos produksi dan harga kedelai," katanya.*** (Caesar Yudistira)  


Editor : inilahkoran