Heboh DPRD Bandung Ingin Belanja 47 Ponsel Seharga Rp1 Miliar, Pengamat: Memilukan Lah...

Pengamat Deden Ramdan angkat bicara soal rencana DPRD Bandung belanja 47 ponsel seharga Rp1 Miliar. 'Memilukan," katanya.

Heboh DPRD Bandung Ingin Belanja 47 Ponsel Seharga Rp1 Miliar, Pengamat: Memilukan Lah...
Heboh DPRD Bandung berencana belanja 47 ponsel seharga Rp1 Miliar. Begini reaksi pengamat Deden Ramdan.

INILAHKORAN, Bandung- Pemerhati Komunikasi Publik Universitas Pasundan (Unpas) Deden Ramdan memberi tanggapannya soal rencana DPRD Bandung membeli 47 ponsel seharga Rp1 Miliar.

Menurut Deden Ramdan, rencana DPRD Bandung belanja 47 ponsel seharga Rp1 Miliar jadi hal yang sangat menyesakkan dada.

Apalagi, lanjut Deden Ramdan, rencana DPRD Bandung belanja 47 ponsel seharga Rp1 Miliar, itu dilakukan pada masa pandemi Covid 19.

Baca Juga: Link Live Streaming PSM Makassar Vs Persib, Malam Ini Persib Bandung Wajib Menang

"Tentu ini adalah informasi yang menyesakan dada lah, dan memprihatinkan di tengah situasi pandemi seperti ini, kemudian juga masyarakat yang tidak menguntungkan secara ekomomi. Menurut saya memilukan lah berita tentang ini," kata Deden Ramdan, Selasa 22 Februari 2022.

Menurut dia, anggaran untuk membeli ponsel tersebut bersumber dari APBD yakni uang rakyat.

Mereka membutuhkan 47 ponsel, jika dijumlah, satu smartphone bisa mencapai 20 juta rupiah, ini sesuatu yang luar biasa.

Baca Juga: Tips Cara Merawat Kaki Kaki dalam Kendaraan, Kenali Dulu Beberapa Hal Ini!

"Terlepas dari semua, kalau menurut saya ini sebuah bentuk dari ketidakpekaan, mengambil keputusan, mengambil kebijakan publik, apakah eksekutif atau legislatif itu sendiri di DPRD Kota Bandung. Mereka tidak memiliki kepekaan terhadap lingkungan, dan ini sekaligus menunjukan bahwa komunikasi publik yang dilakukan oleh DPRD Bandung sendiri, disamping tidak memiliki kepekaan, adalah komunikasi politik yang buruk," paparnya.

Kata dia, mereka harus membantu dalam distribusi pengadaan minyak goreng, kemudian juga para pedagang tahu, tempe, yang hari ini juga mendapat kesulitan bahan baku, karena bahan bakunya sangat mahal.

"Sadar atau tidak sadar, langsung atau tidak langsung akan mempertanyakan masyarakat itu, kalau begitu untuk apa saya bayar pajak. Hanya dibelikan ponsel bagi anggota dewan. Sekali lagi tragis ya kalau menurut saya. Penolakan dari Ketua DPRD Kota Bandung atas ajuan ini kalau menurut saya baik ya," pungkas Deden Ramdan.

Baca Juga: Kunci Jawaban Shopee Tebak Kata Paling Update Level 576, 577, 578, 579, 580 Bisa Dapat Hadiah

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan membatalkan pengadaan smartphone sebanyak 47 unit tahun anggaran 2022 dengan nilai pagu anggaran mencapai Rp 1.085.648.300 yang bersumber dari APBD.

Alokasi pengadaan tersebut, tertuang dalam laman sirup.lkpp.go.id. Penjelasan pada laman, bahwa pemanfaatan barang dimulai Februari hingga akhir Maret 2022. Sedangkan jadwal pelaksanaan kontrak mulai Januari hingga akhir Februari 2022.

Adapun spesifikasi smartphone yaitu dimensions 164.8x77.2x8.1 mm (6.49x3.04x0.32 in), single SIM (Nano -SIM and/or eSIM) or Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by), dynamic Amoled 2X, 120HZ, HDR10+, Exynos 990 (7nm+) - Global, 108 MP, f/1.8,26 mm (wide), 1/1.33", 0.8 pm, PDAF, Las.

Baca Juga: Aturan Gus Yaqut Soal Pengeras Suara di Masjid Didukung MUI, Penerapannya Dianggap Tidak Kaku

"Saya telah mengintruksikan kepada Sekretariat DPRD Kota Bandung untuk dibatalkan. Kita juga mengucapkan terimakasih atas berbagai masukannya," kata Tedy Rusmawan di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung pada Selasa 22 Februari 2022. *** (Okky Adiana)

 


Editor : inilahkoran