Sempat Alami Kejang Saat Berusia 2 Bulan, Fitri Anggraeni Bocah 12 Tahun Asal KBB Ini Lumpuh

Nasib pilu harus ditanggung Fitri Anggraeni, seorang bocah berusia 12 tahun asal KBB kini hanya bisa berbaring lantaran lumpuh.

Sempat Alami Kejang Saat Berusia 2 Bulan, Fitri Anggraeni Bocah 12 Tahun Asal KBB Ini Lumpuh
Fitri Anggraeni bocah 12 tahun asal KBB ini lumpuh sejak berusia 2 bulan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Nasib pilu harus ditanggung Fitri Anggraeni, seorang bocah berusia 12 tahun asal KBB kini hanya bisa berbaring di tempat tidurnya lantaran lumpuh.

Fitri Anggraeni merupakan bocah asal Kampung Cilangari, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Diusianya yang masih belia, Fitri Anggraeni hanya bisa terkulai lemah dan tak berdaya. Dari balik dinding bilik rumah setengah matanya mengintip keceriaan anak-anak sebayanya.

Namun, Fitri Anggraeni hanya bisa tersenyum melihat kegembiraan anak-anak seusianya yang tengah ayik bermain.

Baca Juga: Muhammad Farhan Beri Kode ke Daerah Di Jawa Barat Yang Ingin Bebas dari Blind Spot Internet

Keterbatasan biaya membuat Fitri Anggraeni harus pasrah menerima kondisinya tersebut. Bahkan, ia merupakan satu dari jutaan anak Indonesia yang kurang beruntung lantaran tidak memperoleh fasilitas kesehatan dari pemerintah.

Fitri Anggraeni semestinya sudah duduk dibangku SMP, namun mustahil baginya saat ini bisa bersekolah layaknya anak-anak seusianya.

Jangankan untuk sekolah, kondisinya yang lumpuh membuat Fitri membutuhkan bantuan dari orang lain.

Ibu angkat Fitri, Titin (35) mengungkapkan, sejak kecil Fitri diduga sudah menderita kelumpuhan, tangan dan kakinya tidak berfungsi layaknya orang normal.

Baca Juga: Flyover Pasupati Resmi Dinamai Jalan Prof Mochtar Kusumaatmadja, Besok Arus Lalu Lintas Dialihkan

"Bahkan gangguan pada fisiknya pun juga memperngaruhi organ tubuh lainnya," katanya.

Ia mengatakan, pada saat makan Fitri harus disuapi. Bahkan, hanya sekedar untuk menonton televisi atau melihat keadaan sekitar rumah, Fitri pun harus digendong olehnya.

"Fitri cuma bisa ngeliat teman-teman seusianya bermain dan bersenda gurau, karena Fitri hanya bisa pasrah dengan kondisi yang menimpanya," katanya.

Lebih jauh ia menuturkan, saat dilahirkan Fitri kelihatan normal seperti bayi pada umumnya. Namun, saat berumur dua bulan dia mengalami gejala panas disertai kejang-kejang dan terus menangis.

Baca Juga: Tel U Kampus Muda yang Diakui Dunia versi THE Young University Ranking

Ia mengaku, langsung memeriksakannya ke dokter setempat. Dokter yang saat itu memeriksanya mendiagnosa Fitri hanya mengalami demam biasa.

"Hampir selama satu tahun lamanya, kondisi Fitri tak kunjung membaik. Bahkan hingga usianya 12 tahun belum juga dapat berjalan.

Ia menuturkan, berbagai macam cara telah dilakukan untuk kesembuhan anaknya, baik ke dokter maupun pengobatan tradisional namun hasilnya nihil.

"Ibu kandungnya sudah meninggal dunia sejak Fitri masih balita. Jadi saya angkat jadi anak. Berobat mah sudah dibawa, tapi tidak ada hasilnya" ucapnya. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran