Bandung Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan BMKG
Ini penjelasn BMKG soal fenomena hujan es yang terjadi di Kota Bandung beberapa hari terakhir serta hujan disertai angin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Beberapa hari ke belakang, Kota Bandung dan sekitarnya diguyur hujan disertai angin hingga hujan es. Akibat hujan yang cukup deras, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang.
Melihat fenomena hujan es, Forecaster BMKG Bandung Yuni Yulianti mengatakan, pada saat ini wilayah Bandung dan sekitarnya masih dalam periode puncak musim hujan, berdasarkan klimatologisnya puncak musim hujan di Bandung Raya sampai dengan dasarian I Maret.
"Secara meteorologis pada saat ini angin Monsun Asia (Baratan ) masih dominan, di samping itu terbentuk pola siklonik dan pola tekanan rendah perairan barat Sumatera dan barat daya Pulau Jawa dan konvergensi memanjang melewati Jawa Barat, faktor-faktor tersebut memicu tumbuhnya awan awan konvektif signifikan (Awan Cumulunimbus (CB)," ujar Yuni Yulianti di BMKG Bandung, Rabu 9 Maret 2022.
Dia mengatakan, pada 8 Maret 2022 pukul 14.40 WIB beberapa wilayah di Kota Bandung terkonfirmasi turun intensitas sedang lebat dan sebagian hujan es.
Baca Juga: Jelang Comeback Grup Pekan Depan, Minhyun NU'EST Dikonfirmasi Positif Covid-19
Berdasarkan citra awan satelit Himawari BMKG pukul 14.20 WIB terlihat suhu puncak awan di wilayah Bandung mencapai -72°C yang berarti terjadi pertumbuhan awan konvektif yang signifikan.
Berdasarkan data dari BMKG Bandung pukul 13.00 WIB sudah terlihat pembentukan awan-awan CB, dengan suhu maksimum 29°C dan kelembaban udara 95 %. Fenonema hujan es (hail) biasanya akan terjadi pembentukan awan secara konvektif di mana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es. Maka, bagian atas awan tersebut banyak mengandung es.
"Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, maka butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi. Akibat ukurannya, walaupun es telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya dapat mencair," papar Yuni Yulianti.
Dia menyatakan, bahwa masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem dimasa peralihan dan awal musim seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
Baca Juga: Biadab! Kakek Ini Cabuli Gadis Disabilitas di Kabupaten Cirebon
"Bagi yang sedang dalam perjalanan dijalan raya, apabila terjadi cuaca ekstrim seperti hujan deras disertai petir, diharap segera menepi dan masuk ke gedung, hindari berlindung dibawah pohon besar pada kondisi demikian serta menjauhi tebing jika berada di wilayah yang berbukit. Ketika terjadi hujan yang ekstrem ataupun hujan sedang dengan durasi lama harap menjauhi aliran sungai yang berpeluang meluap," paparnya.
Selain itu, kata Yuni Yulianti, hal yang perlu diwaspadai oleh masyarakat saat ini adalah tetap tenang dan waspada serta berhati-hati.
"Ketika beraktifitas diluar rumah dan mengurangi kegiatan diluar apabila tidak penting Mencari informasi resmi kebencanaan dari pihak yang berhubungan langsung seperti BNPB, BMKG,TAGANA,TNI/Polri dan aparat Pemerintahan setempat," imbuhnya.
Baca Juga: Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan Lumrah, Pemkot CImahi Lakukan Ini
Berkaitan dengan peringatan dini tinggi gelombang, bagi masyarakat yang berkepentingan ke wilayah pesisir/Perairan Selatan Jawa Barat, diharap agar selalu berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu keselamatan yang ada.
"Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, salah satunya adalah media sosial @infoBMKG," pungkasnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


