INILAHKORAN, Ngamprah - Entis (49) warga Kampung Cibeber Hilir, RT02/RW04, Desa Giriasih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya bisa pasrah usai bangunan rumah miliknya ambruk lantaran intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, salah seorang anaknya Rizal (15) juga mengalami luka di bagian kepala lantaran tertimpa material bangunan rumah yang ambruk.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, bagian rumah yang ambruk itu berukuran 7x3 meter, tepatnya di bagian dapur dan kamar mandi.
"Usai mendapat laporan sekitar pukul 14.30 WIB dari salah satu pegawai desa, kami langsung menerjunkan petugas ke lokasi kejadian," katanya kepada wartawan, Rabu 9 Maret 2022.
Kendati demikian, lanjut dia, dari pegawai desa tersebut diketahui bahwa kejadian ambruknya rumah tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi dan kerusakan terjadi di bagian dapur dan lainnya.
Ia menjelaskan, ambruknya bangunan tersebut diduga akibat curah hujan dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan bangunan roboh.
"Selain karena hujan dengan intensitas tinggi juga letak posisi bangunan di bekas kolam ikan serta di bawah lantai ada lubang septic tank," jelasnya.
Terkait dengan kondisi korban yang tertimpa material bangunan, ia menyebut, korban tengah mendapatkan perawatan serius lantaran kondisinya yang kritis.
"Korban saat ini dalam kondisi kritis dan langsung di bawa RSKC Cimareme yang kemudian dirujuk ke RS Cahya Kawaluyaan dan dirujuk kembali ke RS Al-ikhsan Bandung," ujarnya.
Sementara itu, saksi mata Soleh (50) mengaku, sekitar pukul 10.00 WIB terdengar suara gemuruh depan rumah.
"Setelah saya cek ternyata ada dinding bangunan rumah roboh menimpa anak pemilik rumah dan saya langsung melakukan pertolongan korban dan berteriak minta tolong ke warga sekitar," pungkasnya.***(agus satia negara).***