Harga Cabai Rawit di Kota Bandung Tembus Rp 70 Ribu

Harga sejumlah bahan pokok seperti daging sapi, dan daging ayam mengalami kenaikan jelang bulan puasa 1443 Hijriah termasuk komoditas telur

Harga Cabai Rawit di Kota Bandung Tembus Rp 70 Ribu
Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah
 
INILAHKORAN, Bandung - Harga sejumlah bahan pokok seperti daging sapi, dan daging ayam mengalami kenaikan jelang bulan puasa 1443 Hijriah termasuk komoditas telur dan cabai rawit. Penyebabnya karena permintaan meningkat dan kondisi pasokan. 
 
"Harga cabai rawit Rp 70.000 per kilogram, harga sekarang ada kenaikan. Tapi kalau cabai rawit kondisi cuaca mempengaruhi, jadi kalau hujan ada produksi panen gagal. Juga ada serangan hama kualitas cabai kurang bagus," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah, Sabtu 12 Maret 2022.
 
Elly Wasliah menyebut, harga cabai rawit naik dari semula Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram. Namun begitu, pihaknya mengklaim harga cabai merah tanjung relatif tidak mengalami kenaikan. 
 
 
Selain itu, harga daging sapi per kilogram mencapai Rp 140 ribu termasuk kenaikan daging ayam antara Rp 36 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram. Pihaknya berencana mengadakan operasi pasar daging apabila harga terus naik sebelum puasa. 
 
"Daging ayam dan dan daging sapi merangkak naik. Selain itu, harga telur naik di angka Rp 23 hingga 26 ribu per kilogram. Kita juga berencana mengadakan operasi pasar untuk komoditas daging sapi, ayam, telur dan minyak goreng," ucapnya. 
 
Elly menambahkan, penyebab harga naik karena jelang puasa Ramadan dan juga kondisi pasokan. Dirinya menuturkan, ketersediaan daging sapi di Kota Bandung bergantung kepada kondisi di Australia. Sebab daging yang beredar impor dari negara tersebut.
 
 
"90 persen daging impor dan 10 persen lokal. Jika ada kenaikan harga di Australia, maka terbanting karena pakai impor. Mudah mudahan sapi lokal lebih banyak ke Kota Bandung," ujar dia. *** (Yogo Triastopo) 


Editor : inilahkoran