Warga Sirnajaya yang Tertimbun Longsor Galian C Akhirnya Ditemukan dalam Kondisi Meninggal
Edi Setiawan akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah tertimbun longsor tanah galian C di Sirnajaya KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Proses evakuasi Edi Setiawan (41) penambang galian pasir dan batu warga Kampung Pasir Gombong, RT02/RW11, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat tertimbun longsoran tanah akhirnya membuahkan hasil.
Kapolsek Gununghalu AKP Wasiman mengatakan, korban diketahui bernama Edi Setiawan (41) yang saat kejadian sedang bekerja di lokasi tambang galian pasir dan batu yang ada di Kampung Ciburang, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB, Rabu 30 Maret 2022.
"Kejadian kemarin siang, seorang warga meninggal karena tertimbun longsor material galian C dari ketinggian tebing sekitar 30 meter," katanya.
Baca Juga: Motif Tukang Siomay yang Lakukan Pencabulan di Jagakarsa Terungkap
Ia menjelaskan, usai mendapat laporan kejadian tersebut pihaknya bersama petugas TNI dan dibantu warga langsung melakukan proses pencarian korban.
"Setelah dilakukan pencarian, tubuh korban baru ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia," jelasnya.
Ia menyebut, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.
Baca Juga: Tak Lolos SNMPTN 2022? Masih Ada SBMPTN 2022, Begini Cara Daftarnya
Sementara, sambung dia, di lokasi kejadian langsung dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab longsornya galian C tersebut. Apakah ada unsur kelalaian, kesengajaan, atau karena faktor alam," bebernya.
Pasca kejadian tersebut, tegas dia, pihaknya pun meminta agar aktivitas penambangan tidak dilakukan terlebih dahulu sebelum penyebab kejadian tersebut diketahui.
Baca Juga: Jadwal Acara TV yang Tayang Hari Ini Kamis 31 Maret 2022, RCTI
"Sejumlah saksi dan pekerja yang bersama korban saat kejadian sekitar delapan orang juga sudah dimintai keterangannya," ujarnya.
Ia menambahkan, aktivitas galian dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Garis polisi juga sudah dipasang agar tidak ada warga atau pekerja yang masuk ke lokasi," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


