Ramadhan Penuh Berkah, Petani Labu Kuning di KBB Dibanjiri Pesanan
Labu kuning kini menjadi incaran para pedagang buah. Berkah Ramadhan kini dirasakan Eman petani Kampung Gandasoli, KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Ramadhan kali ini nikmat dirasakan Eman (56). Lantaran hasil panen Labu kuning warga Kampung Gandasoli, RT 03/05, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, KBB itu kini banyak diburu pedagang buah.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, petani buah Labu kuning berukuran besar itu kini tengah disibukkan dengan banyaknya pesanan.
Seperti diketahui, Labu kuning merupakan salah satu buah yang kerap menjadi primadona masyarakat sebagai bahan dasar untuk membuat beraneka macam olahan menu berbuka atau takjil selama bulan Ramadhan.
Baca Juga: Miliki Luka Masa Lalu, Kang Seung Yoon WINNER Akana Tampil Spesial di Episode 4 Drama 'Tomorrow'
Eman mengatakan, Ramadhan tahun ini dirinya mendapat banyak permintaan Labu kuning. Bahkan, petani buah Labu kuning lainnya pun juga turut mendapat keuntungan.
"Alhamdulillah momennya tetap saat bulan Ramadhan. Jadi harga labu sedang mahal dan permintaan pasar banyak," katanya kepada wartawan, Kamis 7 April 2022.
Ia mengaku, banyak konsumen seperti beberapa bandar sayuran di Bandung Raya yang langsung melakukan pemesanan labu kuning hasil taninya.
"Ada tawaran siap membayar dengan harga di atas rata-rata. Bahkan, ada yang datang ke saya minta kirim 5 kuintal per hari. Saya bilang gak sanggup karena lahan milik saya gak luas," ujarnya.
Baca Juga: Marshel Widianto Diperiksa, Mengaku Beli Konten Dea Onlyfans Rp1,4 Juta
Untuk bisa memenuhi banyaknya permintaan pesanan pasar, sebut dia, dirinya pun turut menggandeng petani lokal. Di mana, karakteristik labu kuning yang dikembangkan di wilayahnya.
"Saya kumpulkan labu dari petani lain. Karena kalau cuma mengandalkan dari kebun saya gak cukup," ucapnya.
Ia menyebut, dirinya bisa menjual buah labu kuning hingga 6 kuintal sehari dengan harga yang cukup terjangkau, yakni Rp10 ribu per kg.
Bahkan, sambung dia, dirinya optimis di bulan Ramadhan tahun ini penjualan buah labu kuningnya bakal terus meningkat lantaran Ramadhan masih panjang.
"Sekarang momennya pas, jadi lebih baik tanam labu daripada sayuran lantaran budidayanya gak memakan biaya banyak. Alhamdulillah dapat untuk dan cukup buat beli baju lebaran," tandasnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


