Sedih! Perilaku Korban Sodomi SN Guru Ngaji di Pangalengan Berubah, Murung dan Mengurung Diri di Kamar
Oknum SN Guru Ngaji di Pangalengan telah membuat puluhan anak berperilaku tak lazim usai jadi korban sodomi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Puluhan korban sodomi SN oknum Guru Ngaji di Pangalengan kini dalam kondisi memprihatinkan.
Salah seorang sumber dari keluarga korban menyebut puluhan korban sodomi SN sang guru ngaji di Pangalengan itu kini menjadi pendiam dan murung.
Menurut sumber tersebut, para korban sodomi SN guru ngaji di Pangalengan, sempat dibawa ke psikolog untuk mendapatkan penanganan dari sisi mental.
Baca Juga: Guru Ngaji di Pangalengan Jadikan Ruang Kelas dan WC untuk Sodomi Puluhan Muridnya
"Mereka jadi anak-anak yang pendiam, murung dan terlihat gelisah. Kalau ada di rumah mengurung diri di kamar," ungkap sang sumber berinisial DR itu.
Untungnya, setelah mendapatkan penanganan dari psikolog, perilaku para korban berangsur normal. Mereka tak lagi tampak selalu gelisah.
"Tapi sekarang Alhamdulilah setelah ada penanganan dan mereka mau cerita ada perkembangan menggembirakan, mulai terlihat ada perubahan. Ini yang kami lakukan bersama para orang tua, pihak Kepolisian dan psikolog itu agar kondisi kejiwaan anak-anak ini bisa pulih. Makanya mereka harus terus didampingi oleh psikolog," pungkasnya.
Baca Juga: Ngeri! Guru Ngaji di Pangalengan Paksa Muridnya Peragakan Adegan di Film Porno
Sementara itu Satreskrim Polresta Bandung membenarkam adanya kasus dugaan kejahatan seksual terhadap puluhan anak laki-laki oleh seorang okum guru ngaji berinisial SN (33) di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.Baca Juga: Bae NMIXX Menangis Saat Tes Bulanan sebagai Trainee, Lily Ungkap Alasannya
Hasil visum psikiatri, menunjukan jika anak-anak ini telah menjadi korban kebiadaban SN.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo didampingi Kasatreskrim AKP Oliestha Ageng Wicaksana, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan atau memintai keterangan kepada 10 orang anak.
Baca Juga: Ngeri..Ini Dampak Bahaya Sodomi Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik
Hasilnya dari visum memang luka pada rektum atau anus mereka secara fisik banyak yang telah pulih. Namun demikian, pihaknya menindaklanjuti dengan melakukan visum psikiatri.
"Kalau rektum atau anus itu sifatnya elastis, sehingga sebagian besar sudah tidak ada bekas luka. Kemudian kami lanjutkan dengan visum psikiatri. Hasil visum psikiatri ini membenarkan jika 10 orang anak yang diperiksa ini telah menjadi korban sodomi oleh pelaku. Hasil visim psikiatri inilah yang kami jadikan alat bukti untuk menjerat tersangka," kata Oliestha kepada INILAHKORAN melalui sambungan telepon, Salasa 12 April 2022.***(Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


