Sopir dan Pengusaha Angkot Menjerit, Gara-gara Bus TMP Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang
Bus TMP Koridor 1 Jalur Leuwipanjang-Soreang telah membuat para sopir dan pengusaha Angkot menjerit.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Para sopir dan pengusaha Angkot (angkutan kota) dibuat menjerit dengan hadirnya Bus TMP Koridor 1 yang melintasi jalur Leuwipanjang-Soreang.
Kehadiran Bus TMP Koridor 1 Leuwipanjang-Soreang, itu telah membuat Angkot tak lagi jadi pilihan utama untuk bepergian.
Alhasil, para sopir Angkot kesulitan mengejar setoran mereka kepada pengusaha lantaran penumpang memilih naik Bus TMP Koridor 1 di jalur Leuwipanjang-Soreang.
Baca Juga: Korem 061/Suryakencana dan Kadin Kota Bogor Gulirkan Dapur Ramadhan Keliling untuk Masyarakat
Gara-gara beroperasinya bus TMP Koridor 1 ini, pendapatan mereka anjlok hingga 70 persen.
"Setoran para sopir jadi berkurang, karena bus itu satu jalur dengan angkot kami. Biasanya para sopir dapat penumpang di Leuwipanjang ke Soreang, sekarang enggak ada, itu keluhan para sopir," kata Muhamad Rizki (28) salah satu pengusaha angkot jalur Soreang-Leuwipanjang, Kamis 14 April 2022.
Dikatakan Rizki, akibat beroperasinya bus TMP ini, pendapatan mereka anjlok hingga 70 persen.
Dari biasanya perhari sopir angkot ini setor Rp 80 ribu, sekarang rata-rata cuma Rp 50 ribu.
Itupun dipotong untuk suku cadang dan bensin. Hal ini tentu sangat memberatkan untuk para sopir dan juga para pemilik angkot seperti dirinya.
"Kami ini baru saja mau pulih setelah diterjang pandemi selama dua tahun lebih. Baru saja mau mulai ada geliat, eh sekarang kita digempur lagi sama TMP, jadinya kami sulit sekali berkembang bahkan untuk bertahan saja sulit," ujarnya.
Hal senada dikatakan oleh Sobirin (53) salah seorang sopir angkot jurusan Soereang-Leuwipanjang.
Baca Juga: Sam Raimi Yakin Film Doctor Strange 2 Bakal Bikin Penonton Terkesima
Kata dia, beroperasinya TMP Koridor 1 ini tentu membuat pendapatannya nyaris hilang.
Betapa tidak, bus TMP Koridor 1 ini bukan hanya melewati jalur Leuwipanjang hingga Soreang saja, melainkan juga masuk hingga ke Jalan Sayati- Gading Tutuka.
Ini tentu menjadi daya tarik bagi calon penumpang, apalagi pada saat ini bus tersebut masih digratiskan.
"Pendapatan kami sopir angkot itu sudah parah sejak 2005 lalu gara-gara DP motor murah. Terus ditambah adanya taxi dan ojek online oleh kedua masalah ini saja pendapatan kami sudah hilang 75 persen. Sekarang beban kami ditambah lagi dengan hadirnya TMP," ujarnya.
Ketua Umum Angkot Indonesia Club (AIC) Nusantara, Ahmad Fauzi menyayangkan sikap pemerintah yang tidak memperdulikan para sopir dan pemilik angkot.
Apalagi, beroperasinya TMP Koridor 1 ini juga sama sekali tanpa ada sosialisasi dan koordinasi yang jelas baik kepada para pengemudi angkot, pemilik dan masyarakat.
Kehadiran TMP ini tentu menjadi pesaing yang tak seimbang bagi angkot yang sekarang saja sudah cukup berat bersaing dengan taxi dan ojek online serta mudahnya kredit motor.
"Kenapa harus TMP yang masuk kesini dan difasilitasi pemerintah. Padahal, kalau kami harus ada trek masuk tol juga siap kok. Tapi kenapa kami harus dihadapkan dengan pesaing raksasa dan disubsidi. Jadi otomatis penghasilan angkot turun, ini yang harusnya menjadi perhatian pemerintah," katanya.
Baca Juga: Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Soal Dugaan Investasi Bodong DNA Pro
Fauzi menegaskan, AIC menolak kehadiran bus TMP di jalur Leuwipanjang-Soreang dan jalur lainnya.
Karena, pada usaha angkot ini banyak orang yang bergantung hidup. Gara-gara kehadiran bus TMP banyak sopir angkot yang sekarang nganggur tak punya mata pencaharian.
Saat ini dari sekitar 800 an angkot jurusan Leuwipanjang-Soreang, yang tersisa hanya sekitar 600 an.
Baca Juga: Jelang Comeback Grup, Jeonghan SEVENTEEN Dikonfirmasi Positif Covid-19
"Dalam waktu dekat ini kami akan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bandung untuk minta solusi. Nah kalau aspirasi kami tidak didengar, kami akan menggelar aksi mogok masal," katanya.***(rd dani r nugraha)
Editor : inilahkoran


