Tegas! PSDK Desak Bupati Dadang Supriatna Batalkan Pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan

Rencana pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan yang digaungkan Bupati Bandung Dadang Supriatna mendapat penolakan dari PDSK.

Tegas! PSDK Desak Bupati Dadang Supriatna Batalkan Pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan
Bupati Bandung Dadang Supriatna berencana membangun jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.

INILAHKORAN, Bandung- Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK) dengan tegas mendesak Bupati Bandung Dadang Supriatna untuk membatalkan rencana pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.

Pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan mulai digaungkan Bupati Dadang Supriatna bersama jajarannya di Pemkab Bandung.

HHAnya saja Direktur PSDK mengatakan, pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan bakal memberikan dampak negatif yang jauh lebih besar terhadap masyarakat.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2022, Sebanyak 33 Pos Polisi di Bandung Mulai Disiapkan

Gunawan mengatakan, jika rencana tersebut direalisasikan, tentunya bakal mengancam ekologi kawasan Bandung Selatan.

Padahal, jika berbicara cekungan Bandung, kawasan Bandung Selatan adalah benteng terakhir di Tatar Ukur.

Setelah terbukanya akses, pastinya akan ada perubauan fungsi ruang, dari semual hutan dan pertanian, akan berubah menjadi bangunan villa, hotel dan pemukiman lainnya.

Baca Juga: Registrasi Jalur SNMPTN, 1.609 Calon Mahasiswa Unpad Sudah Lakukan Finalisasi Biodata

"Saat ini kita semua sedang berupaya agar Bandung Selatan itu tidak terlalu rusak. Kalau rencana itu jadi, bisa kebayang dong cekungan Bandung akan kesulitan air. Kemudiam dengan adanya akses tol, pasti akan terjadi perubahan ruang diwilayah hulu yang merupakan sebagai daerah tangkapan air itu," kata Gunawan, Kamis 13 April 2022.

Dikatakan Gunawan, Bupati Bandung Dadang Supriatna pernah mengatakan jika ia memiliki kepedulian para petani, dan itu menjadi salah satu prioritasnya.

Tapi dengan rencana pembangunan jalan tol itu, justru menunjukan sikap tidak peduli dengan nasib para petani.

Baca Juga: Pengurus Katar Kota Bogor 2016-2022 Tegaskan TKKT Hotel Sahira Paledang Ilegal

"Justru saya khawatir para petani ini akan kehilangan lahannya. Karena ketika akses terbuka akan memantik orang luar banyak masuk kesitu. Saya pikir petani kita belum cukup kuat untuk berhadapan dengan pesaing dengan modal besar," ujarnya.

Gunawan melanjutkan, jika Bupati Bandung memiliki orientasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daeah (PAD).

Bandung Selatan sebagai salah satu kawasan strategis nasional dibidang pariwisata, tidak semestinya dibangunkan jalan tol.

Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di jalar wisata ini, alangkah baiknya jika pemerintah bisa menyediakan transportasi yang nyaman dan murah dengan rute Soreang- Pasirjambu,Ciwidey,Rancabali (Pacira).

"Kendaraan wisatawan cukup sampai gerbang tol Soreang. Di gerbang tol ini pemerintah menyiapkan tempat parkir yang luas. Dari situ wisatawan diantar pakai kendaraan yang telah disediakan. Itu rasanya solusi yang cepat, murah dan menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar," katanya.

Baca Juga: Penulis Webtoon 'True Beauty' Mengungkapkan Idol Girl Geup yang Dia Jadikan Inspirasi Im Ju Gyeong

Gunawan memperkirakan, PAD dari jalan tol pun tidak akan signifikan.

Bahkan tidak akan berbanding lurus dengan kerusakan alam, hilangnya mata pencaharian masyarakat dari mulai jasa wisata yang dilalui disepanjang jalan alteri hingga hilangnya lahan pertanian rakyat karena adanya perubahan fungsi lahan.

"Padahal dengan menyediakan lahan parkir yang luas dan disediakan transportasi publik yang nyaman dan murah pun pemerintah masih bisa mendapatkan PAD. Salah satunya yah dari retribusi transportasi untuk pajak daerah. Di sisi lain juga dengan adanya lahan parkir atau tempat penyimpanan kendaraan para wisatawan ini pastinya akan menumbuhkan ekonomi rakyat sekitar, begitu juga disepanjang jalan yang dilalui juga kan ada titk-titik objek wisata yang bisa dikunjungi," ujarnya.

Gunawan mencontohkan, di Kecamatan Pangalengan, manfaat keberadaan jalan tol ini pastinya hanya akan dinikmati oleh segelintir orang saja.

Karena, kelompok masyarakat yang kaya atau memiliki kemampuan dan kepentingan untuk mengakses fasilitas berbayar jalan tol ini hanya sedikit.

Bandingkan dengan kelompok masyarakat kebanyakan yang hanya petani kecil dan buruh tani dan buruh lainnya.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 14 April 2022: Angga Buat Al Ragu Menangkan Hak Asuh Reyna, Amar Mahendra Sosok Kuat?

"Misalnya di Pangalengan, lebih banyak mana tuan tanah atau buruh tani, tukang macul dan masyarakat miskin lainnya. Ini pertanyaan untuk kita merefleksi diri. Bukan kami anti pembangunan, tapi masih banyak hal yang bisa dilakukan, seperti menyediakan transportasi publik yang nyaman dan sebenarnya wacana ini pernah ada kenapa tidak dilakukan," ujarmya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan menghadiahi masyarakat Kabupaten Bandung berupa pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.

Hal tersebut, diungkapkan Dadang saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Mesjid Al-Islah, Komplek Soreang Indah, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 8 April 2022.

Dadang menyebutkan, dengan adanya jalan tol Soreang- Ciwidey- Pangalengan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung. Terutama peningkatan bisnis di bidang industri, pariwisata dan pertanian.

Saat ini, kata Dadang, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung sudah melakukan berbagai pendekatan, pembicaraan serta koordinasi dengan pemerintah pusat melalui pihak-pihak Kementerian terkait sehingga dalam waktu dekat rencana tersebut akan segera diluncurkan.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Bandung Kamis 14 April 2022

"Saya menargetkan peluncuran jalan Tol Soreang Ciwidey Pangalengan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kabupaten Bandung ke 381," katanya.

Rencananya, jalan tol tersebut akan melewati lahan hutan termasuk hutan Cagar Alam dan hutan lindung Perhutani dan perkebunan PTPN VIII.

Nilai investasi jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan ini sebesar Rp 6 triliun.***(rd dani r nugraha).


Editor : inilahkoran