Ketimbang Jalan Tol, Masyarakat Pangalengan dan Pacira Dianggap Lebih Butuh Ini
Pembangunan Jalan Tol dianggap tidak terlalu penting bagi masyarakat Pangalengan dan Pacira. Ada yang lebih urgent!
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INLAHKORAN-Tokoh masyarakat Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Dasep Kurnia Gunarudin, menilai pembangunan jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan tidak ada urgensinya.
Di mata dia, Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali (Pacira) dan Pangalengan lebih membutuhkan stabilitas ekonomi di bidang pertanian.
Dia berharap, Pemkab Bandung lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi untuk kawasan Pacira dan Pangalengan itu.
Baca Juga: Lirik Laguâ Dynamite – BTS
"Seharusnya pemerintah daerah dan pusat melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak perekonomian rakyat pasca pandemi. Nah saat ini semua output atau biaya produksi pertanian semua naik, seperti pupuk, obat-obatan dan lainnya naik terus," tuturnya kepada InilahKoran, Minggu 17 April 2022.
Menurut Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, itu berharap Pemkab Bandung tak terburu-buru membangun jalan tol.
Alangkah baiknya, lanjut dia, memikirkan dulu bagaimana caranya mensejahterakan para petani.
"Jalan tol itu cuma untuk orang berduit yang datang kesini untuk wisata. Nah kalau para petani apa untungnya, toh mereka juga sebagian besar enggak punya mobil kok. Jadi Pemkab Bandung itu jangan dulu memikirkan orang lain, tapi pikirkan dulu warganya sendiri yang lagi menderita," ujarnya.
Baca Juga: Amalan Ramadhan, Peringati Nuzulul Quran dengan Khatam Quran, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Ini Caranya
Dasep melanjutkan, seharusnya, Pemkab Bandung hingga pusat lebih memprioritaskan pembangunan dibidang pertanian.
Seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang No 19 tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dan seharusnya, Pemkab Bandung juga menjabarkan serta melaksanakan isinya.
"Bahkan Kab Bandung sendiri kan sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Kenapa itu tidak dilaksanakan, padahal jika itu dilaksanakan, bisa mengubah 180 derajat tatanan pertanian kita," katanya.
Dalam Perda tersebut, lanjut Dasep, mengamanatkan agar pemerintah membantu, melindungi dan memberdayakan petani.
Termasuk di dalamnya memberikan pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Baca Juga: Lindungi Perempuan dan Anak, Sonya Fatmala Segera Luncurkan Program Geprak
Kemudian, membentuk atau menyediakan pasar hasil pertanian, bantuan permodalan. Tak hanya itu saja, pemerintah juga bisa memberikan jaminan atau kepastian harga, sehingga para petani tidak dirugikan saat musim panen raya.
"Jadi Pemkab Bandung jangan aneh-aneh dulu lah. Ini sudah jelas ada UU dan Perdanya tidak dikerjakan. Eh yang enggak ada Perda nya malah dikerjakan," ujarnya.
Dasep juga menyoroti dampak kerusakan lingkungan jika rencana tersebut direalisasikan. Kata dia, ketika hutan babat atau dialih fungsikam, tentunya akan berpengaruh terhadap perubahan iklim yang esktrem.
Baca Juga: Dalil Tentang Nuzulul Quran di Bulan Ramadhan
Lahan-lahan pertanian di bawahnya akan kesulitan air, dan ketika hujan datang bencana banjir dan longsor bisa terjadi kapan saja.
Tak hanya itu saja, dengan terbukanya akses, itu akan memicu pendatang untuk berlomba-lomba menguasai lahan-lahan hutan dan pertanian.
"Nanti jangan sampai terjadi petani kita yang punya lahan sedikit lama-lama dijual. Kemudian dia jadi buruh tani dilahan yang dulu miliknya. Itu bisa terjadi kalau pendatang dengan modal besar masuk kesini, ini yang harus dipikirkan oleh Pemkab Bandung," katanya.
Baca Juga: Dukung Desa Digital, XL Axiata Donasikan Laptop ke Ponpes di Jawa Tengah
Diberitakan sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna akan menghadiahi masyarakat Kabupaten Bandung berupa pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan.
Hal tersebut, diungkapkan Dadang saat menggelar Jumat Keliling (Jumling) di Mesjid Al-Islah, Komplek Soreang Indah, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 8 April 2022.
Dadang menyebutkan, dengan adanya jalan tol Soreang- Ciwidey- Pangalengan ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bandung. Terutama peningkatan bisnis di bidang industri, pariwisata dan pertanian.
Baca Juga: Dihadang Sopir Angkot Cimahi, Penumpang BUS TMP Koridor 2 Disuruh Turun
Saat ini, kata Dadang, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bandung sudah melakukan berbagai pendekatan, pembicaraan serta koordinasi dengan pemerintah pusat melalui pihak-pihak Kementrian terkait sehingga dalam waktu dekat rencana tersebut akan segera diluncurkan.
"Saya menargetkan peluncuran jalan Tol Soreang Ciwidey Pangalengan ini akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kabupaten Bandung ke 381," katanya.
Rencananya, jalan tol tersebut akan melewati lahan hutan termasuk hutan Cagar Alam dan hutan lindung Perhutani dan perkebunan PTPN VIII.
Nilai investasi jalan tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan ini sebesar Rp 6 triliun.(rd dani r nugraha).
Editor : inilahkoran


