Bangku Kosong Jadi Alarm
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sleman - Seorang anak yang berulang kali tidak masuk sekolah sering kali dianggap sekadar bolos. Padahal, di balik bangku yang kosong bisa tersimpan persoalan yang jauh lebih besar, mulai dari kesulitan ekonomi, masalah keluarga, hingga kondisi kesehatan yang mengancam masa depannya.
Berangkat dari kesadaran itu, Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluncurkan aplikasi Gerakan Andhum Handarbeni Penanganan Anak Tidak Sekolah (Gandheng ATS) berbasis early warning system (EWS).
Sistem ini dirancang sebagai peringatan dini agar anak yang berisiko putus sekolah dapat segera diketahui dan dibantu sebelum benar-benar meninggalkan dunia pendidikan.
Aplikasi yang dikembangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman itu diluncurkan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Rabu (5/8).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengatakan, Gandheng ATS lahir sebagai jawaban atas kebutuhan sistem yang mampu mendeteksi lebih cepat persoalan anak tidak sekolah sekaligus memperkuat kolaborasi antarinstansi.
Program tersebut didukung penguatan regulasi melalui standar operasional pelayanan terpadu, koordinasi lintas sektor, serta sistem pemantauan digital berbasis EWS.
“Kami mengusung filosofi Andhum Handarbeni, berbagi rasa, memiliki, dan bertanggung jawab bersama demi mewujudkan Sleman bebas ATS,” kata Mustadi, seperti dikutip dari ANTARA.
Melalui sistem itu, sekolah tidak lagi menunggu seorang anak benar-benar putus sekolah. Aplikasi akan memantau kehadiran siswa dan mengidentifikasi mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda berisiko.
Jika seorang siswa tercatat sering absen atau memiliki potensi putus sekolah, sistem secara otomatis mengirimkan peringatan kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk segera melakukan penanganan.
Setelah itu, petugas akan menelusuri penyebab utama yang membuat anak terancam meninggalkan bangku sekolah. Faktor ekonomi, persoalan keluarga, hingga kondisi kesehatan akan dipetakan agar solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan setiap anak. (gin)
Editor : Inilahkoran


