Bangli Runtuh, Kota Tumbuh
SATU per satu bangunan liar mulai menghilang dari sudut-sudut Kota Bandung. Di balik pembongkaran itu, pemerintah ingin mengembalikan wajah kota
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
Palu-palu pembongkaran tak lagi hanya terdengar di satu sudut Kota Bandung. Setelah bangunan liar (bangli) di kawasan Jalan Hasanuddin ditertibkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan langkah serupa akan terus bergulir ke berbagai titik. Pesannya sederhana: ruang kota harus kembali pada fungsinya.
Bagi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, penertiban bangunan liar bukan sekadar merobohkan bangunan tanpa izin. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi warganya.
"Di mana ada bangunan liar, di situ harus ditertibkan. Itu pesan khusus dari gubernur," kata Farhan, Rabu (29/7).
Pesan tersebut, menurut Farhan, menjadi arahan yang terus dijalankan pemerintah kota. Setiap lokasi yang ditemukan berdiri bangunan liar akan menjadi sasaran penertiban. Tidak ada perlakuan khusus ataupun toleransi karena penataan kota menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Upaya itu juga tidak dikerjakan sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, komunikasi antara Pemkot Bandung dan kepolisian berlangsung hampir tanpa jeda.
Hampir setiap hari, kedua pihak berkoordinasi untuk membahas penertiban bangunan liar sekaligus berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan penataan kota.
"Soalnya sekarang, komunikasi antara pemkot dengan kepolisian berlangsung setiap hari karena kami mendapat tugas dari pak gubernur untuk melakukan penertiban bangli dan berbagai titik penataan kota," ujarnya.
Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan fungsi ruang-ruang publik. Pemerintah juga ingin memastikan warga kembali merasakan keamanan saat beraktivitas di Kota Bandung.
Farhan mengatakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memantau perkembangan penataan kota hampir setiap hari. Selain pembongkaran bangunan liar, perhatian juga diberikan pada upaya menekan aksi kriminalitas jalanan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.
"Gubernur juga memantau hampir setiap hari. Kami memastikan persoalan begal dan rasa aman masyarakat harus kembali. Karena itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan terus bekerja setiap hari agar rasa aman masyarakat bisa kembali," katanya.
Pembongkaran bangunan liar di Jalan Hasanuddin menjadi awal dari rangkaian penertiban yang akan berlanjut ke berbagai lokasi lain di Kota Bandung.
Pemerintah berharap, langkah tersebut bukan hanya mengubah wajah kota secara fisik, tetapi juga menghadirkan ruang yang lebih tertata, aman, dan nyaman untuk seluruh warga. (gin)
Editor : Inilahkoran

