Bangun USB, Dedi Mulyadi Ungkap Tantangan Lain Pemprov Jabar
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan unit sekolah baru (USB) SMA dan SMK negeri terus diakselerasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan, pembangunan unit sekolah baru (USB) SMA dan SMK negeri terus diakselerasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menutupi blank spot di daerah.
Beberapa USB kata Dedi, ada yang sudah beroperasi dan lainnya masih dalam tahap pembangunan. Ia memastikan, pembangunan sekolah akan terus dilakukan dengan tetap memerhatikan kapasitas fiskal Jawa Barat.
"In Syaa Allah sekolah baru akan terus bertambah," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.
Namun di balik pembangunan USB ini, ia mengungkap ada tantangan lain yang harus dihadapi Pemprov Jabar. Yakni pengadaan tenaga pengajar atau guru di USB tersebut.
"Walaupun problem sekolah baru yang utama adalah selain tanah yang sangat mahal, guru. Kita tidak punya kewenangan mengangkat guru," ungkapnya.
Maka dari itu, Dedi mengaku telah merencanakan untuk bertemu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), guna mencari solusi terhadap kebuntuan tersebut.
"Nanti saya akan bicarakan dengan kementerian pendidikan dasar dan menengah, bisa enggak kita mengangkat guru berdasarkan kualifikasi yang kita miliki," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto menjelaskan, di 2026 pihaknya berencana membangun 24 USB di kabupaten/kota.
“Tahun ini, Pemprov Jabar kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru," ucapnya.
Ia berharap, dari 24 USB yang dibangun tahun ini, dapat menampung ribuan siswa. Sehingga bisa menekan angka anak putus sekolah di Jabar.
"Pembangunan ini diproyeksikan menambah daya tampung sekitar 5 ribu peserta didik, dengan pemanfaatan fasilitas yang direncanakan mulai tahun 2027,” katanya.
Rinciannya, dari 24 USB tersebut antaranya 17 SMA, 4 SMK dan 3 SLB yang tersebar di daerah, sesuai kebutuhan terkini. ***
Editor : JakaPermana

