Bank Emok dan Genk Motor meresahkan warga Kecamatan Solokanjeruk

Warga Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung mengeluhkan maraknya praktik rentenir yang biasa disebut bank emok. Hal tersebut, mengemuka saat dilaksanakannya program Jumat Curhat ke 34 oleh Polresta Bandung di aula Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Jumat 13 Oktober 2023.

Bank Emok dan Genk Motor meresahkan warga Kecamatan Solokanjeruk
"Kita dengar bersama, tadi ada warga masyarakat mencurhatkan berkiatan dengan bank emok," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo seusai Jumat Curhat. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Warga Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung mengeluhkan maraknya praktik rentenir yang biasa disebut bank emok. Hal tersebut, mengemuka saat dilaksanakannya program Jumat Curhat ke 34 oleh Polresta Bandung di aula Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Jumat 13 Oktober 2023.

"Kita dengar bersama, tadi ada warga masyarakat mencurhatkan berkiatan dengan bank emok," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo seusai Jumat Curhat.

Menurut Kusworo, praktik rentenir ini terjadi karena ada transaksi yang sempurna. Artinya, ada penawaran dan permintaan. Kata dia, jika saja masyarakat tidak mudah tergiur maka penyedia jasa pinjaman atau rentenir ini pastinya tidak akan berkembang pesat disuatu daerah.

"Terkadang masyarakat ini tergiur dengan bank emok ini, karena bank emok ini mau datang kerumah, langsung bawa uang tunai dan masyarakat langsung bawa uang tunainya," ujarnya.

Selain masalah bank emok, lanjut Kusworo, aktivitas genk motor dengan melibatkan anak usia sekolah, masih menjadi kekhawatiran para orang tua di Kecamatan Solokanjeruk.

"Kemudian bagaimana caranya memantau anak berkomunikasi melalui media sosial dengan teman-temannya dan juga berkaitan dengan keresahan genk motor pelajar," ujarnya.

Berkaitan genk motor, Kusworo menjelaskan,  Polresta Bandung telah melakukan langkah-langkah himbauan dengan cara mendatangi sekolah-sekolah untuk menjadi inspektur upacara dan melakukan pembinaan terhadap para pelajar.

"Kami juga telah membuat film pendek yang diviralkan terkait meniadakan genk motor, agar masyarakat atau anak muda mendapat pencerahan dampak dari genk motor," katanya.

"Dari kejadian beberapa waktu yang lalu, saat kami kumpulkan orang tua, ternyata orang tuanya itu tidak ada yang tahu kalau anaknya ikut genk motor," ujarnya.

Kusworo menambahkan, pencegahan yang utama adalah dari lingkup keluarga terlebih dahulu. Orang tua yang setiap hari bertemu dengan anaknya harus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anaknya agar anaknya jangan sampai mengikuti genk motor.

"Kemudian tokoh masyarakat setempat, tokoh agama, guru, itu juga sebaiknya turut serta dalam melakukan pencegahan ini, tidak hanya kepolisian saja," katanya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : Doni Ramdhani