Baru Keluar Bengkel, Mobil Meledak di Jalan

Baru Keluar Bengkel, Mobil Meledak di Jalan
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dari mobil yang meledak dan terbakar di Jalan Sangkuriang Cimahi.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Bandung - Perjalanan sebuah mobil penumpang di Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Kendaraan yang baru saja keluar dari bengkel itu tiba-tiba berhenti, lalu terdengar ledakan dari bagian kap mesin sebelum api melahap sebagian bodinya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/11) sekitar pukul 12.05 WIB. Mobil bernomor polisi D 1694 EN yang dikemudikan pemiliknya, Jo, dilaporkan mengalami gangguan setelah sebelumnya sempat mengisi bahan bakar.

Saat kendaraan berhenti dan tidak bisa distarter kembali, pemilik berusaha menghidupkan mesin. Namun, bukannya kembali menyala, suara ledakan justru terdengar dan disusul kobaran api dari bagian depan kendaraan.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan, api sempat diupayakan padam oleh pemilik kendaraan bersama warga sekitar. Mereka menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan air yang tersedia di lokasi.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil. Percikan api masih terus menyala sehingga diperlukan penanganan petugas pemadam kebakaran.

“Kejadian bermula sekitar pukul 12.05 WIB ketika kendaraan tiba-tiba berhenti dan tidak dapat distarter kembali. Saat pemilik berusaha menyalakan mesin, terdengar suara ledakan diikuti munculnya kobaran api dari bagian kap mesin,” kata Aep.

Laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 12.10 WIB. Seorang pengguna jalan yang melintas menghubungi Poswil Paskud, sebelum informasi tersebut diteruskan kepada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi.

Enam personel kemudian dikerahkan ke lokasi dengan membawa Unit Pancar 012 dan Unit Rescue. Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Penanganan akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 12.21 WIB. Meski api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat, sebagian kendaraan telanjur hangus terbakar.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan sekitar Rp50 juta. Luas objek yang terbakar mencapai sekitar 4 meter persegi dari total area kejadian seluas 8 meter persegi.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting pada bagian aki kendaraan. Peristiwa ini menjadi pengingat, kondisi kendaraan perlu diperiksa secara menyeluruh, terutama setelah menjalani perbaikan di bengkel.

Sistem kelistrikan menjadi salah satu bagian penting yang tidak boleh luput dari perhatian sebelum kendaraan kembali digunakan di jalan raya.

“Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti memeriksa sistem kelistrikan kendaraan, terutama setelah kendaraan selesai diperbaiki di bengkel, guna mencegah risiko serupa terjadi di jalan raya,” pungkas Aep.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran