Begini Kata Mantan Karyawan Big Hit Music Usai RM Kritik Perlakuan HYBE pada BTS
Mantan karyawan Big Hit Music membela pernyataan RM BTS yang mengkritik perusahaan.HYBE.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada akhir pekan kemarin, BTS melakikan live dengan kehadiran semua member untuk menyapa penggemar jelang comeback grup.
Live baru-baru ini yang menampilkan ketujuh member BTS dengan cepat menjadi topik hangat di internet, tetapi komentar terus terang sang leader RM tentang perusahaan HYBE yang benar-benar membuat media sosial heboh.
Selama live tersebut, RM secara terbuka menyampaikan perasaannya, mengatakan bahwa dia berharap perusahaan akan lebih memperhatikan grup dan para member.
Pernyataan itu menonjol justru karena RM dikenal sebagai sosok yang terukur dan berhati-hati dalam berkata-kata.
Seperti yang diharapkan, para penggemar langsung mulai mempertanyakan apa yang mungkin terjadi di balik layar.
Diskusi semakin memanas ketika Elly Chae, mantan direktur di Big Hit Music, membagikan pemikirannya secara daring.
Meskipun Elly Chae mengklarifikasi bahwa dia tidak lagi terlibat secara langsung, perspektifnya sebagai mantan orang dalam Big Hit Music dan HYBE menarik perhatian yang signifikan.
Menurut Elly Chae, ucapan RM mengejutkan justru karena artis jarang berbicara terus terang seperti itu kecuali ada masalah internal yang serius.
Elly Chae berpendapat bahwa jika para member BTS mendaftar wajib militer secara individu dan bukan bersama-sama, rencana dan jadwal pasca-pembebasan mungkin sudah berjalan.
Menurutnya, perusahaan kemungkinan lebih menyukai strategi pendaftaran wajib militer terpadu, tetapi gagal mencapai kesepakatan yang jelas dengan para member.
Dia kemudian menjelaskan bahwa ketidakpastian ini terjadi pada waktu yang sangat sensitif.
Idealnya, persiapan untuk promosi dan bahkan tur dunia seharusnya sudah dimulai untuk comeback BTS.
Sebaliknya, perusahaan dilaporkan sedang menghadapi banyak tantangan sekaligus, termasuk masalah yang sedang berlangsung seputar NewJeans, konflik yang melibatkan mantan CEO ADOR Min Hee Jin, pengawasan hukum terkait IPO Bang Si Hyuk, dan dorongan besar untuk mendebutkan dan memasarkan grup baru.
Dengan begitu banyak hal yang bersaing untuk mendapatkan perhatian, dia berspekulasi bahwa BTS mungkin merasa berulang kali diabaikan.
Elly Chae juga mengkritik struktur internal perusahaan, menjelaskan bahwa meskipun ukurannya sangat besar, pengambilan keputusan dilaporkan masih sangat bergantung pada persetujuan pimpinan tertinggi.
Dia menambahkan bahwa banyak karyawan yang cakap telah pergi, meninggalkan para eksekutif yang lebih fokus pada politik internal daripada operasional sehari-hari.
Dari sudut pandang bisnis, dia mengakui bahwa BTS, sebagai tujuh member asli dan fondasi perusahaan, masih diharapkan untuk menghasilkan pendapatan, suatu harapan yang mungkin menambah tekanan lebih lanjut.
Komentarnya mendapat respons positif dari para netizen, yang sebagian besar setuju bahwa perubahan berarti diperlukan jika perusahaan ingin maju secara berkelanjutan.
Beberapa reaksi daring meliputi: “perusahaan tumbuh terlalu cepat, tetapi sistemnya tidak pernah berkembang seiring dengan pertumbuhan tersebut.”
“Dulu saya percaya HYBE adalah satu-satunya tempat yang bisa mengelola BTS dengan baik, sekarang saya mempertanyakan hal itu.”
“Mereka membutuhkan restrukturisasi serius di tingkat atas. Kepemimpinan saat ini jelas tidak efektif.”
Seiring berlanjutnya perdebatan, para penggemar bertanya-tanya apakah kata-kata jujur RM akan menjadi titik balik.
Bagi banyak orang, situasi ini menyoroti kekhawatiran yang lebih dalam tentang bagaimana bahkan artis terbesar pun dapat merasa tidak didengar di dalam perusahaan hiburan yang berkembang pesat.***
Editor : Irma Nurfajri

