Begini Reaksi Ade Yasin Soal Bendera Putih yang Berkibar di Sepanjang Puncak
Mendapat tuntutan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bogor yang sebelumnya menegaskan bahwa yang mereka butuhkan bukanlah bantuan sosial tetapi peluang usaha, Bupati Bogor Ade Yasin beserta Kodim 0621 dan Polres Bogor akan mengajak diskusi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cisarua- Mendapat tuntutan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bogor yang sebelumnya menegaskan bahwa yang mereka butuhkan bukanlah bantuan sosial tetapi peluang usaha, Bupati Bogor Ade Yasin beserta Kodim 0621 dan Polres Bogor akan mengajak diskusi.
"Bersama Komandan Kodim 0621 dan Kapolres Bogor, kami akan ajak diskusi Pokdarwis untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan ini," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Sabtu, (7/8/2021).
Karena saat ini, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun, politisi PPP ini pun mengajak Pokdarwis Kabupaten Bogor mengganti pemasangan Bendera Putih menjadi bendera merah putih.
"Bagi saya, pemasangan Bendera Putih sebagai protes kebijakan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 itu tidak apa-apa karena bagian dari demokrasi, tetapi karena kita akan merayakan HUT Republik Indonesia pada 17 Agustus nanti, maka saya mengajak mereka menurunkan Bendera Putih dan menaikkan bendera merah putih," paparnya.
Sebelumnya, menuruti permintaan Muspika Cisarua untuk menurunkan Bendera Putih oleh Muspika Cisarua yang sejak 4 hari lalu dipasang di sepanjang Jalan Raya Puncak untuk selanjutnya diajak bicara, Pokdarwis Kabupaten Bogor menegaskan bahwa yang mereka butuhkan bukanlah bantuan sosial tetapi peluang usaha.
"Anggota Pokdarwis Kabupaten Bogor terutana yang berusaha di Kawasan Puncak, secara tegas bahwa kesepakatan untuk menurunkan bendera dan diajak bicara bukan untuk meminta bantuan makan ke pemerintah tetapi meminta atau mempermudah peluang usaha demi bisa menafkahi keluarga," tegas Ketua Pokdarwis Kabupaten Bogor Mas Teguh Mulyana.
Pria berusia 57 tahun ini menerangkan sikap tegas Pokdarwis Kabupaten Bogor tersebut merupakan kesepakatan beraga komunitas-komunitas pramuwisata yang tergabung di Pokdarwis.
"Ribuan orang anggota komunitas pramu wisata Puncak, paguyuban parkir jalan raya , paguyuban fotografer, paguyuban pengelola home stay, himpunan pedagang, wisata Puncak bersih virus tersisih, turangga giri sewa kuda tunggang, pelaku usaha desa wisata dan pengeloma vila meminta pemerintah menormalkan kembali kebijakan pariwisata di Kawasan Puncak maupun Kabupaten Bogor, apalagi selain sudah divaksinasi Covid-19, kamu pun siap melaksakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19," terangnya.
Bowie sapaan akrabnya menuturkan Pokdarwis Kabupaten Bogor sia ngobrol bareng dengan Muspika Cisarua ataupun Pemkab Bogor untuk bersama-sama mencari solusinya agar pelaku pariwisata tetap eksis dan tugas pemerintah juga tetap berjalan.
"Kami mengikuti aja dulu kemauan Muspika Cisarua maupun Pemkab Bogor yang kemarin sangat merespon aksi dan keluhan pelaku usaha jasa pariwisata di Kawasan Puncak, tapi kalau tidak pasti kebijakannya, kami siap mengibarkan lagi bendera putihnya," tutur Bowie. (Reza Zurifwan)
Editor : Bsafaat

