Begini Reaksi Staf HYBE Terkait Kontroversi Bulliying yang Melibatkan Kim Garam LE SSERAFIM

Beberapa staf HYBE dan Source Music mengungkapkan reaksi mereka terkait kontroversi bulliying yang melibatkan Kim Garam LE SSERAFIM.

Begini Reaksi Staf HYBE Terkait Kontroversi Bulliying yang Melibatkan Kim Garam LE SSERAFIM
Begini Reaksi Staf HYBE Terkait Kontroversi Bulliying yang Melibatkan Kim Garam LE SSERAFIM.

INILAHKORAN, Bandung - Sampai hari ini, Minggu, 22 Mei 2022, kontroversi bulliying atau kekerasan di sekolah yang melibatkan Kim Garam LE SSERAFIM makin memanas.

Orang-orang yang mengaku sebagai staf di HYBE juga mengeluhkan perlindungan perusahaan terhadap Kim Garam LE SSERAFIM.

Baru-baru ini, beberapa pengguna di platform ulasan perusahaan Blind, yang hanya mengizinkan orang dengan email bisnis, berkomentar tentang kontroversi yang sedang berlangsung seputar Kim Garam LE SSERAFIM.

Baca Juga: HYBE Klarifikasi Mengaka Kim Garam LE SSERAFIM Mendapat Hukuman Tingkat 5 di Sekolahnya Terkait Bulliying

Staf 1 menyatakan semua orang di HYBE dikritik karena tindakan perusahaan.

"Beberapa karyawan di perusahaan tersebut pernah mengalami kekerasan di sekolah, atau mengalami trauma dari masa sekolah mereka meskipun tidak menjadi korban bullying," kata staf 1.

"Source Music dan tindakan HYBE yang salah, di samping prediksi usang dari atasan, mengubah orang-orang ini menjadi pelaku dan memengaruhi mereka untuk kedua kalinya," lanjutnya.

Baca Juga: Dipuncaki Lim Young Woong, BTS, PSY dan IU, Ini 30 Peringkat Reputasi Merek Penyanyi K-Pop Bulan Mei

"Sebagai orang dewasa, saya pribadi mengasihani korban, yang diintimidasi pada usia yang begitu muda hingga harus pindah sekolah, hanya untuk kemudian berhenti sekolah dan mempertimbangkan untuk bunuh diri. Saya malu bekerja di tempat seperti itu," ungkapnya lagi.

Staf 2 menyatakan, "saya takut saya ingin mengundurkan diri
saat bekerja, saya mencoba mengabaikan semua yang sedang berlangsung. Aku benci bekerja untuk perusahaan yang memalukan."

Staf 3 menyebutkan, sebagai korban kekerasan di sekolah, HYBE sangat mengecewakan.

Baca Juga: Hotman Paris Laporkan Balik Iqlima Kim Terkait Pencemaran Nama Baik

"Bagi pelakunya, mungkin itu hanya kesalahan kecil yang mereka lakukan di usia muda. Namun, bagi kami para korban, rasanya seperti bekas luka permanen yang tersisa sepanjang hidup saya," jelasnya.

"Tidak ada yang bisa menenangkanku, kecuali penggangguku mati. Bahkan sekarang, saya berjuang untuk mengatasi kenangan itu," lanjutnya.

"Kisah lengkapnya telah terungkap dari pihak korban dan pelaku, jadi seberapa besar lagi mereka ingin reputasi perusahaan hancur? Saya merasa sangat kecewa dengan mereka yang membuat keputusan dan menulis pernyataan (mendukung Kim Garam)," ujarnya.

Baca Juga: Tips Sukses Hadapi UTBK-SBMPTN 2022: Ini Kata Dosen Psikologi Unpad Krolina L Dalimunthe

"Keyakinan saya pada HYBE telah mencapai titik terendah, dan fandom artis dari label lain mengirim spam kepada kami dengan komentar negatif."

"Akankah Source Music bertanggung jawab untuk ini? Saya merasa malu setiap kali saya mengaku sebagai karyawan HYBE."

Sebelumnya, seorang korban telah berbicara menentang Kim Garam LE SSERAFIM, mengungkapkan bahwa mereka menderita di bawah intimidasi tanpa henti dari idol wanita tersebut, dan menyewa seorang pengacara untuk mewakilinya.

Sebagai tanggapan, HYBE menyatakan bahwa Kim Garam tidak bersalah, bahwa dia adalah korban intimidasi dirinya sendiri, dan bahwa dia hanya menerima catatan kekerasan sekolah setelah melindungi temannya.***


Editor : inilahkoran