Belajar Tanpa Rasa Takut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Nabire - Sekolah seharusnya menjadi tempat anak belajar, bertumbuh, dan menemukan teman, bukan ruang yang menghadirkan rasa takut. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari perundungan menjadi pekerjaan bersama seluruh warga sekolah.
Semangat itulah yang kini mulai diterapkan di Kabupaten Nabire. Mulai tahun ajaran baru, seluruh satuan pendidikan diwajibkan menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak sebagai upaya mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dina Pitjer mengatakan, konsep Sekolah Ramah Anak telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sehingga menjadi bagian dari proses belajar mengajar di setiap sekolah.
“Terkait Sekolah Ramah Anak, itu sudah dituangkan di dalam kurikulum. Mulai tahun ajaran baru ini seluruh sekolah wajib menjadikan sekolahnya sebagai Sekolah Ramah Anak,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (5/8).
Menurut Dina, pendekatan tersebut bertujuan membangun hubungan yang lebih hangat antara guru dan peserta didik melalui komunikasi yang terbuka. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang membuat anak merasa aman untuk belajar sekaligus berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Dalam konsep itu, siswa didorong memandang teman sebaya sebagai saudara, sementara guru berperan sebagai pengayom yang siap mendengar dan membantu ketika muncul masalah.
Upaya mencegah perundungan juga dilakukan melalui berbagai kampanye di lingkungan sekolah. Spanduk bertema stop bullying dipasang di sejumlah sekolah, sementara para siswa diberi ruang menyampaikan pesan antiperundungan melalui karya tulis maupun pernyataan yang mereka buat sendiri.
“Pihak sekolah sudah berupaya membuat spanduk stop bullying dan memberikan kesempatan kepada anak-anak membuat karya tulis maupun pernyataan tentang pencegahan perundungan,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran


