Belajar Terbagi Gedung Baru Dinanti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Agus Satia Negara
GEDUNG baru belum rampung, kegiatan belajar SMPN 14 Cimahi harus beradaptasi. Setelah sepekan dievaluasi, siswa kini dibagi ke dua lokasi agar belajar tetap nyaman.
Satu pekan berjalan, ruang belajar sementara SMP Negeri 14 Cimahi ternyata belum sepenuhnya mampu menampung seluruh peserta didik dengan nyaman.
Keterbatasan kapasitas membuat Dinas Pendidikan Kota Cimahi harus mengubah skema yang sebelumnya disusun dengan menempatkan seluruh siswa di satu lokasi.
Mulai kini, kegiatan belajar mengajar (KBM) SMPN 14 Cimahi dibagi ke dua lokasi. Sebagian siswa kembali menggunakan gedung lama sekolah, sementara kelompok lainnya menempati lokasi penampungan tambahan di SDN Padasuka Mandiri 4.
"Dalam pengaturan terbaru yang telah disepakati, proses pembelajaran kini dibagi ke dua lokasi berbeda untuk mengatasi keterbatasan kapasitas," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Reni Herawati, Rabu (19/8).
Sebelumnya, seluruh peserta didik dipusatkan di SDN Padasuka Mandiri 3 selama gedung baru SMPN 14 Cimahi dibangun. Namun, hasil evaluasi selama sepekan menunjukkan, pemusatan siswa di satu sekolah penampung perlu segera disesuaikan.
Sebagian siswa kini kembali ke gedung lama SMPN 14 Cimahi. Ruang-ruang yang masih dinilai layak dan aman dimanfaatkan kembali dengan memperhatikan kapasitas maksimal yang tersedia.
"Sementara untuk kelompok siswa lainnya akan berpindah ke lokasi penampungan tambahan di SDN Padasuka Mandiri 4," jelas Reni.
Perubahan itu bukan sekadar memindahkan tempat belajar. Di baliknya ada upaya menjaga agar ruang kelas tidak terlalu padat dan proses belajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Reni mengatakan, penumpukan siswa dalam satu lokasi berisiko mengganggu efektivitas pembelajaran sekaligus kenyamanan siswa dan guru.
"Kami menilai penumpukan siswa di satu lokasi berpotensi mengganggu efektivitas pembelajaran dan kenyamanan," ungkapnya.
"Oleh karena itu, pembagian ke dua lokasi ini menjadi solusi agar kapasitas setiap ruang tidak berlebihan," sambungnya.
Dinas Pendidikan juga menyiapkan sejumlah penyesuaian teknis. Jadwal belajar atau sistem shift akan diatur sesuai kondisi masing-masing lokasi.
Kebutuhan toilet, air bersih, meja, dan kursi belajar turut dihitung agar kegiatan belajar tidak sekadar berlangsung, tetapi tetap memenuhi kebutuhan dasar siswa.
"Seluruh pengaturan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan ruang kelas, fasilitas sanitasi dan air bersih, serta ketersediaan sarana penunjang pembelajaran lainnya. Tidak ada aspek yang kami abaikan demi kenyamanan siswa maupun guru," bebernya.
Pembagian lokasi tersebut menjadi respons atas kekhawatiran mengenai daya tampung sekolah penampungan. Dinas Pendidikan berharap dua lokasi yang kini digunakan dapat membuat proses belajar lebih lapang dan kondusif selama gedung baru belum selesai. (gin)
Editor : Inilahkoran

