Bencana Alam di Tahun Baru, 23 Pasien Dirujuk ke Rumah Sakit
Hingga hari ke 10 pasca bencana alam banjir bandang dan longsor yang menimpa Bumi Tegar Beriman, sudah 23 pasien yang dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Hingga hari ke 10 pasca bencana alam banjir bandang dan longsor yang menimpa Bumi Tegar Beriman, sudah 23 pasien yang dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mieke Kartalina yang ditemui wartawan di Posko Kesehatan Desa Urug, Sukajaya mengatakan hingga saat ini jajarannya sudah merujuk 23 pasien.
"Hingga saat ini sudah 23 pasien yang kita rujuk ke rumah sakit terdekat, baik itu karena trauma karena menjadi korban longsoran, ibu hamil ataupun karena penyakit sedang hingga berat lainnya. Dari 23 pasien itu, 18 orang adalah warga Kecamatan Sukajaya," kata Mieke, Sabtu (11/1).
Mantan Direktur Utama RSUD Leuwiliang ini menuturkan dari 23 pasien, 10 diantaranya merupakan korban bencana alam baik itu yang tertimbun longsor ataupun banjir bandang di hari Rabu, (1/1).
"Dari 10 orang korban bencana alam yang mengalami luka - luka ini, paling parah adalah mengalami patah kaki akibat tertimpa bangunan rumah yang ambruk. Saat ini pasien tersebut masih dirawat di rumah sakit," tuturnya.
Mieke menjelaskan saat ini penyakit yang banyak dikeluhkan warga adalah sakit mata, gatal - gatal, Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), mag, batuk dan flu.
"Selain menanggani penyakit gatal - gatal, Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), mag, batuk, sakit mata dan flu. Kami bersama psikolog juga mengatasi rasa trauma para korban bencana alam," jelas Mieke.
Karena Kecamatan Sukajaya paling terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, jajarannya pun membuka 18 posko kesehatan di sembilan desa terdampak.
"Dari 33 posko kesehatan se Kabupaten Bogor, 18 posko ada di Kecamatan Sukajaya. Hal itu karena wilayah yang berbatesan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak, Banten ini paling banyak titik bencananya," tukasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : JakaPermana


